Jaga Lisan Anda!


Hadits tentang himbauan menjaga lisan cukup banyak.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah r.a tuturnya : Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berbicara baik atau diamlah.”

Muadz bin Jabal pernah bertanya kepada Rasulullah. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, kita disiksa hanya gara-gara apa yang kita bicarakan?”

Beliau menukas, “Matilah ibu, hai Muadz! Manusia itu tidak ditelungkupkan wajahnya atau lubang hidungnya ke bara api neraka, kecuali lantaran buah bibir mereka!”

At-Tirmidzi meriwayatkan hadits yang dinyatakannya sebagai hadits hasan dari ‘Uqbah bin Amir, tuturnya, “Saya pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, apa kunci selamat itu?’ Beliau menjawab, ‘Jaga mulutmu, lapangkanlah rumahmu, dan tangisilah dosa-dosamu.’”

Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad baik dari Abdullah bin Sufyan dari ayahnya bahwa seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasulullah beritahukanlah kepada saya sesuatu di dalam Islam yang tidak perlu saya tanyakan lagi hal itu pada siapa pun sepeninggal Anda.” Beliau menjawab, ”Nyatakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah!” Ia bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, apa sesuatu yang paling  menakutkan?” Beliau menjawab dengan bahasa isyarat, menunjuk mulut (lidah) beliau.
Imam an-Nawawi menuturkan dalam Riyaadhush Shaalihiin, “Ketahuilah, setiap orang mukalaf seyogyanya menjaga mulutnya dari segala ujaran kecuali kata-kata yang mengandung kemaslahatan. Manakala bicara dan tidak bicara sama-sama mengandung kemaslahatan maka yang sunnah adalah tidak usah bicara sebab bicara yang mubah kadang bisa menjadi haram atau makruh. Hal itu sudah menjadi kebiasaan umum. Dan nilai keselamatan tidak terhitung dengan apa pun.”

Disadur dari Buku Dr. Akram Ridha “Manajemen Diri Muslimah”.

MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.