Masih Hidup

Oleh: Muhammad Saifullah

Kritik masih hidup
Di buku-buku para penulis.
Kritik masih hidup.
Di suara-suara para orator.
Kritik masih hidup.
Di setiap kasih sayang.

Di jalan raya.
Di tanah bekas bangunan tergusur.
Dan tempat dimana pernah ada kita.
Disanalah kritik itu menjadi api.
Tak ada percikan api besar.
Tanpa di dahului percikan-percikan api kecil.

Kritik selalu.
Kritik akan.
Menjadi kabar gembira terutuk kehidupan.
Kritik selalu.
Kritik akan.
Menjadi kabar buruk teruntuk kekuasaan.(******)
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.