Tanggulangi Kekeringan, Pemerintah Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Daerah Terdampak -->
Cari Berita

Tanggulangi Kekeringan, Pemerintah Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Daerah Terdampak


Bugiswarta.com, Jakarta, 27 Agustus 2026 - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan kekeringan yang mulai melanda sejumlah daerah di Indonesia. 


Pemenuhan kebutuhan air bersih dilakukan secara bertahap, salah satunya di Jawa Tengah yang menghadapi perluasan wilayah terdampak kekeringan.


Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah, pemerintah telah menyiapkan 16 unit mobil tangki air dan 105 unit hidran umum untuk dimobilisasi ke wilayah yang membutuhkan. 


Pendistribusian sarana tersebut dilakukan secara bertahap dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.


Setiap mobil tangki memiliki kapasitas 4.000 liter air, sedangkan masing-masing hidran umum mampu menampung 2.000 liter. 


Sarana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan air bersih masyarakat selama masa penanganan kekeringan.


Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, termasuk mempertahankan produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan.


“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody, ditulis Kamis (27/8).


Mobilisasi Mobil Tangki


Dukungan mobil tangki telah disalurkan melalui koordinasi dengan BPBD di tujuh kabupaten, yakni Jepara, Sragen, Tegal, Cilacap, Blora, Banjarnegara, dan Pekalongan.


Kabupaten Tegal dan Banjarnegara masing-masing mendapatkan dukungan dua unit mobil tangki. Penyaluran dilakukan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di daerah yang mengalami keterbatasan sumber air.


Di Banjarnegara, distribusi air bersih telah menjangkau 11 lokasi. Sejumlah di antaranya berada di Dusun Kempyang, Dusun Karanggedang, Desa Jalatunda, Desa Wiramastra, Desa Linggasari, Desa Gemuruh, Desa Serang, Desa Kebutuhjurang, dan Desa Karanganyar.


Berdasarkan laporan penanganan, distribusi air di lokasi-lokasi tersebut telah mencapai 108.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 669 kepala keluarga atau sekitar 4.638 jiwa.


Mobilisasi Hidran Umum


Selain mobil tangki, pemerintah juga mengoperasikan hidran umum untuk memperkuat akses air bersih di daerah terdampak. Sebanyak 12 unit telah digunakan di tiga kabupaten.


Rinciannya, dua unit ditempatkan di Kabupaten Pemalang, delapan unit di Kabupaten Banjarnegara, dan dua unit di Kabupaten Cilacap. Hidran tersebut digunakan untuk mendukung penyediaan air bersih di lokasi yang membutuhkan selama masa penanganan kekeringan.


Langkah tersebut dilakukan seiring dengan meluasnya kondisi kekeringan di Jawa Tengah. Berdasarkan data penanganan BPBPK Jawa Tengah, pada Agustus 2026 kekeringan telah meluas setidaknya ke 24 kabupaten/kota dan berpotensi mengancam hingga 32 daerah.


Kondisi itu berdampak pada sekitar 184.000 warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Mobilisasi sarana air bersih pun menjadi langkah cepat pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mengurangi dampak kekeringan terhadap aktivitas warga dan produktivitas pertanian.