Bugiswarta.com, BONE – Jumat pagi di Kelurahan Apala, Kecamatan Barebbo, terasa berbeda. Lapangan sepak bola yang biasanya menjadi ruang aktivitas warga, Jumat (17/10/2025), menjadi titik berkumpul masyarakat dengan satu tujuan sederhana: membuat lingkungan tempat tinggal mereka lebih bersih dan sehat.
Tak ada jarak antara pemerintah kelurahan, mahasiswa, dan masyarakat. Lurah Apala, H. Andi Musa Ellyas, SE, ikut turun langsung bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Makassar (UNM) dan warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Berbekal peralatan kebersihan, mereka menyisir kawasan sekitar lapangan. Saluran air dibersihkan, rumput liar dirapikan, sementara sampah yang berserakan dikumpulkan.
Pagi itu, kerja bakti bukan sekadar urusan membersihkan lingkungan. Di sela aktivitas, interaksi antara warga dan mahasiswa KKN ikut menciptakan suasana akrab. Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kembali terasa.
Bagi Andi Musa Ellyas, kegiatan Jumat Bersih memiliki makna lebih luas. Lingkungan yang bersih memang menjadi tujuan, tetapi kebersamaan yang terbangun selama kegiatan juga menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan Jumat Bersih ini bukan hanya untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada adik-adik KKN UNM yang telah ikut berpartisipasi aktif,” ujarnya.
Keterlibatan mahasiswa KKN UNM menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka tidak sebatas menjalankan program pengabdian, tetapi ikut melebur bersama masyarakat dalam aktivitas yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari warga.
Setelah kawasan sekitar lapangan selesai dibersihkan, aktivitas belum berakhir. Warga, mahasiswa, dan jajaran pemerintah kelurahan kemudian berkumpul mengikuti senam sehat bersama.
Suasana yang sebelumnya dipenuhi aktivitas membersihkan saluran air dan mengangkat sampah berubah menjadi lebih santai. Gerakan senam diikuti dengan penuh semangat. Lurah, warga, dan mahasiswa berdiri bersama, bergerak mengikuti irama.
Perpaduan antara Jumat Bersih dan senam sehat itu membawa pesan sederhana. Menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan dengan berolahraga, tetapi juga dimulai dari lingkungan tempat masyarakat hidup dan beraktivitas.
Andi Musa berharap kebiasaan tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan. Jumat Bersih akan terus didorong menjadi agenda rutin untuk membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Melalui kegiatan sederhana seperti ini, pemerintah kelurahan ingin menumbuhkan kebiasaan hidup bersih, sehat, dan bugar sekaligus menjaga budaya gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat Apala.
Jumat pagi itu akhirnya ditutup dengan ramah tamah sederhana dan foto bersama. Tidak ada seremoni besar. Namun dari lapangan sepak bola Kelurahan Apala, pemerintah kelurahan, mahasiswa, dan warga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana: turun bersama, membersihkan halaman sendiri, lalu menjaga kebersamaan.
(Rahma)
