Hari Pramuka ke-65, Andi Muhammad Syahwalil Akbar Dorong Generasi Muda Terlibat dalam Swasembada Pangan -->
Cari Berita

Hari Pramuka ke-65, Andi Muhammad Syahwalil Akbar Dorong Generasi Muda Terlibat dalam Swasembada Pangan

Bugiswarta.com, JAKARTA – Peringatan Hari Pramuka ke-65 pada Jumat, 14 Agustus 2026, dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.


Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, Gerakan Pramuka didorong tidak hanya menjadi wadah pembentukan karakter, tetapi juga mengambil peran nyata dalam menjawab tantangan strategis bangsa.


Andi Muhammad Syahwalil Akbar mengatakan, tema Hari Pramuka tahun ini memiliki titik temu dengan arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan dan energi sebagai fondasi penting transformasi bangsa melalui Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.


“Dalam perspektif ini, Hari Pramuka tidak semestinya dimaknai sebatas seremoni tahunan. Ia menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana generasi muda dipersiapkan agar mampu menjadi pelaku pembangunan, bukan sekadar penonton perubahan,” kata Andi Muhammad Syahwalil Akbar.


Menurutnya, swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan beras, jagung, kedelai, dan komoditas pertanian lainnya. Agenda tersebut juga menyangkut kedaulatan nasional, kesejahteraan petani, penguatan desa, serta kemampuan bangsa menghadapi perubahan global.


“Swasembada pangan bukan hanya persoalan produksi beras, jagung, kedelai, atau komoditas pertanian lainnya. Lebih jauh, swasembada pangan menyangkut kedaulatan, kemandirian, kesejahteraan petani, penguatan desa, serta ketahanan bangsa menghadapi perubahan global,” ujarnya.


Karena itu, karakter yang selama ini ditanamkan melalui pendidikan kepramukaan memiliki relevansi kuat dengan agenda kemandirian bangsa. Nilai kedisiplinan, gotong royong, pengabdian, kepemimpinan, dan kemampuan bertahan dalam berbagai situasi dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan.


Andi memandang Gerakan Pramuka dapat menjadi ruang pendidikan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat pertanian modern, pemanfaatan lahan produktif, pelestarian lingkungan, kewirausahaan pangan, teknologi pertanian, hingga penguatan ekonomi masyarakat desa.


“Dengan demikian, slogan ‘Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan’ dapat diterjemahkan dalam bentuk pengabdian yang konkret: ikut menjaga lingkungan, membantu masyarakat, mengembangkan potensi pangan lokal dan membangun kemandirian dari tingkat paling bawah,” tuturnya.


Ia menilai arah kebijakan Presiden Prabowo yang berorientasi pada kemandirian nasional sejalan dengan filosofi pendidikan kepramukaan. Keduanya sama-sama menempatkan pembentukan manusia sebagai bagian penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa.


“Kepemimpinan Prabowo menempatkan kemandirian nasional sebagai salah satu arah strategis pembangunan. Pemerintah secara terbuka menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu pilar utama strategi transformasi bangsa,” jelas Andi.


Ia menambahkan, Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kualitas manusia tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan Indonesia dalam menghadapi perubahan dan persaingan global.


“Indonesia Emas 2045 tidak akan ditentukan hanya oleh besarnya pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur. Indonesia Emas akan sangat bergantung pada kualitas manusianya,” tegasnya.


Dalam konteks tersebut, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia masa depan. Anak-anak yang saat ini belajar berkemah, bekerja sama, memimpin regu, menjaga lingkungan, dan memecahkan persoalan secara mandiri kelak akan mengisi berbagai bidang kehidupan.


“Anak-anak yang hari ini belajar berkemah, bekerja sama, memimpin regu, menjaga lingkungan dan menyelesaikan persoalan secara mandiri, kelak akan menjadi petani, teknokrat, pengusaha, birokrat, akademisi, prajurit, profesional, maupun pemimpin bangsa,” kata Andi.


Ia mengajak Gerakan Pramuka memperluas makna pengabdian dari lingkungan bumi perkemahan menuju seluruh wilayah Indonesia. Kemampuan bertahan hidup di alam perlu dikembangkan menjadi kesadaran untuk menjaga alam sekaligus mengelola sumber daya nasional bagi kesejahteraan rakyat.


“Jika dahulu Pramuka mengajarkan bagaimana bertahan hidup di alam, maka generasi Pramuka hari ini harus diajarkan bagaimana menjaga alam dan mengelola sumber daya Indonesia untuk kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.


Semangat gotong royong dalam kepramukaan juga dapat diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, membangun ekonomi produktif, mengembangkan inovasi teknologi, dan mendorong kemandirian masyarakat.


“Jika dahulu semangat gotong royong diwujudkan melalui kegiatan sosial, maka hari ini gotong royong dapat diarahkan untuk membangun ketahanan pangan, ekonomi produktif, inovasi teknologi dan kemandirian masyarakat,” lanjut Andi.


Menurutnya, tema Hari Pramuka ke-65 memperlihatkan bahwa pembangunan nasional membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan generasi muda. Pemerintah membutuhkan energi dan kreativitas anak muda, sedangkan generasi muda membutuhkan arah pembangunan yang memberikan ruang bagi mereka untuk berkarya.


“Karena itu, semangat kepemimpinan Prabowo dalam mendorong kemandirian pangan dapat dibaca sebagai bagian dari agenda besar membangun bangsa yang tidak mudah bergantung kepada negara lain. Sementara Gerakan Pramuka memiliki tugas historis membentuk manusia yang memiliki karakter untuk menjalankan agenda tersebut,” ujarnya.


Andi menegaskan, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar target waktu, melainkan cita-cita bersama yang harus diperjuangkan lintas generasi. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab meletakkan fondasi, sementara anggota Pramuka hari ini kelak akan menikmati sekaligus mempertanggungjawabkan hasil pembangunan tersebut.


“Pada akhirnya, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar target tahun, melainkan cita-cita lintas generasi. Dan setiap generasi memiliki tugasnya masing-masing,” katanya.


Ia pun menutup pesannya dengan mengajak seluruh anggota Pramuka terus berkarya dan mengambil peran dalam memperkuat kemandirian bangsa.


“Selamat Hari Pramuka ke-65. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan. Pramuka Berkarya, Indonesia Berdaya. Dari kemandirian pangan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Andi