Penulis : Nurtanasya
Bugiswarta.com, Bone – Jalan menuju Desa Bulu-Bulu, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, membawa siapa pun pada lanskap yang sulit dilupakan. Hamparan tambak membentang di sisi jalan, angin laut berembus lembut, sementara deretan perbukitan hijau berdiri menghadap birunya Teluk Bone. Di desa pesisir inilah, harapan baru perlahan tumbuh melalui pariwisata yang dikelola bersama oleh masyarakat.
Bulu-Bulu kini tidak hanya dikenal sebagai desa nelayan. Warga mulai membangun identitas baru sebagai desa wisata yang menawarkan pesona alam sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Di antara destinasi yang menjadi kebanggaan warga adalah Puncak Kelorta Wanua Tonra dan Pantai Togeo. Dari puncak perbukitan, pengunjung dapat menikmati panorama laut lepas yang berpadu dengan hamparan tambak dan hijaunya pepohonan. Menjelang senja, langit berubah jingga, menghadirkan pemandangan yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Di sisi lain, Pantai Togeo menawarkan suasana yang berbeda. Debur ombak yang tenang, hembusan angin laut, dan garis pantai yang masih alami menjadi tempat favorit bagi keluarga maupun anak muda yang ingin menikmati akhir pekan.
Namun bagi masyarakat Bulu-Bulu, keindahan alam bukan sekadar objek untuk dipandang. Alam menjadi sumber penghidupan yang terus dijaga dan dikembangkan bersama.
Pengembangan kawasan wisata dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat setempat. Warga bergotong royong menjaga kebersihan kawasan, memperbaiki fasilitas, hingga menciptakan suasana yang nyaman bagi setiap pengunjung.
Pengelola wisata Puncak Kelorta Wanua Tonra, Andi Rahman, mengatakan antusiasme wisatawan terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
"Kami terus berupaya meningkatkan kenyamanan pengunjung dengan menjaga kebersihan kawasan wisata serta menambah fasilitas yang dibutuhkan. Dukungan masyarakat sangat membantu dalam pengembangan wisata desa ini," ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Meningkatnya jumlah pengunjung membawa berkah bagi warga. Warung-warung kecil mulai ramai didatangi wisatawan. Pedagang makanan dan minuman memperoleh tambahan penghasilan. Warga membuka jasa parkir, sementara pelaku UMKM memasarkan aneka produk lokal kepada para tamu yang datang.
Bagi masyarakat, pariwisata bukan hanya tentang menghadirkan tempat yang indah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang sebelumnya belum banyak dirasakan.
Di saat yang sama, Pemerintah Desa Bulu-Bulu juga terus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Pengembangan Kampung Produktif dan penguatan koperasi desa menjadi bagian dari upaya membuka lapangan usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Pemerintah desa meyakini pembangunan tidak akan berjalan tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci dalam setiap langkah pengembangan desa. Pemerintah, kelompok masyarakat, pelaku usaha, hingga generasi muda didorong untuk ikut mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
Dengan kekayaan sumber daya di sektor pariwisata, perikanan, pertanian, dan ekonomi kreatif, Desa Bulu-Bulu memiliki modal besar untuk terus berkembang. Potensi yang selama ini tersembunyi kini mulai dikenal lebih luas, sekaligus menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir.
Di balik panorama indah Puncak Kelorta dan tenangnya Pantai Togeo, sesungguhnya sedang tumbuh sebuah cerita tentang desa yang bergerak maju. Bukan hanya membangun destinasi wisata, tetapi juga membangun masa depan warganya melalui semangat gotong royong dan keyakinan bahwa potensi lokal mampu menjadi jalan menuju kesejahteraan.
