Kesibukan Akademik dan Era Digital, Semangat Berorganisasi Kian Memudar -->
Cari Berita

Kesibukan Akademik dan Era Digital, Semangat Berorganisasi Kian Memudar

Oleh: Della Asirah, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UNIM Bone


Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan mahasiswa. Berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi membuat akses informasi, komunikasi, dan proses pembelajaran menjadi lebih cepat dan praktis. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul fenomena yang patut menjadi perhatian, yakni semakin menurunnya semangat berorganisasi di kalangan mahasiswa.


Kesibukan akademik menjadi salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan rendahnya partisipasi mahasiswa dalam organisasi. Tugas perkuliahan yang semakin kompleks, tuntutan memperoleh nilai yang baik, hingga keinginan untuk lulus tepat waktu membuat banyak mahasiswa lebih memprioritaskan kegiatan akademik dibandingkan aktivitas organisasi. Akibatnya, organisasi kampus yang selama ini menjadi ruang pengembangan diri mulai kehilangan daya tarik bagi sebagian mahasiswa.


Kemajuan teknologi juga turut memengaruhi pola interaksi generasi muda. Kehadiran media sosial dan berbagai platform digital memungkinkan mahasiswa membangun relasi, bertukar informasi, dan mengekspresikan diri tanpa harus terlibat secara langsung dalam organisasi. Kondisi ini membuat sebagian mahasiswa merasa bahwa kebutuhan bersosialisasi dan berjejaring dapat dipenuhi melalui ruang digital sehingga minat untuk bergabung dalam organisasi menjadi berkurang.


Fenomena tersebut terlihat dari semakin sulitnya sejumlah organisasi kemahasiswaan dalam merekrut anggota baru maupun mempertahankan keaktifan anggotanya. Padahal, organisasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter, melatih kepemimpinan, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mengembangkan keterampilan bekerja sama yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.


Pentingnya organisasi dalam pengembangan diri mahasiswa juga dikemukakan oleh pakar pendidikan Indonesia, Djam'an Satori. Menurutnya, kegiatan organisasi merupakan salah satu sarana pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, serta tanggung jawab sosial. Melalui organisasi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis dalam menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan berbagai karakter individu. Kemampuan-kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.


Hal tersebut juga diperkuat oleh berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam organisasi cenderung memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama yang lebih baik dibandingkan mahasiswa yang hanya berfokus pada kegiatan akademik. Pengalaman berorganisasi membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan lunak (soft skills) yang saat ini menjadi salah satu aspek penting dalam dunia kerja.


Menurunnya minat berorganisasi tidak seharusnya dipandang sebagai kesalahan mahasiswa semata. Organisasi kemahasiswaan juga perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui program-program yang lebih inovatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan kegiatan organisasi juga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa.


Kesibukan akademik memang penting, demikian pula kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Namun, pengalaman berorganisasi tetap memiliki nilai yang tidak tergantikan karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar memimpin, bekerja sama, menyampaikan gagasan, dan memahami dinamika sosial yang sesungguhnya.


Semangat berorganisasi perlu terus ditumbuhkan di tengah kesibukan akademik dan pesatnya perkembangan era digital. Mahasiswa perlu memandang organisasi bukan sebagai beban tambahan, melainkan sebagai wadah pembelajaran yang mampu memperkaya pengalaman, membentuk karakter, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang untuk bertumbuh, belajar, dan mengasah kemampuan yang tidak selalu diperoleh di dalam ruang kuliah.