Manifesto Pendidikan Nasional: Arah Baru Revitalisasi Sekolah di Era Prabowo Subianto -->
Cari Berita

Manifesto Pendidikan Nasional: Arah Baru Revitalisasi Sekolah di Era Prabowo Subianto


BUGISWARTA.COM, ARAB SAUDI – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi titik penegasan arah kebijakan pendidikan nasional yang lebih progresif. Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi utama kedaulatan bangsa sekaligus benteng menghadapi disrupsi global.


Pemerhati pendidikan Andi Muhammad Syahwali Akbar menilai, strategi yang diusung pemerintah tidak sekadar perbaikan parsial, melainkan upaya menyeluruh untuk merombak ekosistem pendidikan nasional agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.


Presiden Prabowo dalam berbagai arahannya menegaskan bahwa kualitas pendidikan mencerminkan martabat suatu bangsa. Tanpa sistem pendidikan yang kuat, sebuah negara hanya akan menjadi penonton di tengah derasnya arus perubahan global.


Revitalisasi Sekolah Rakyat Jadi Pilar Utama

Salah satu program utama yang didorong pemerintah adalah penguatan kembali konsep Sekolah Rakyat. Program ini diarahkan untuk memastikan akses pendidikan berkualitas yang merata, termasuk bagi masyarakat di wilayah terpencil.


“Tidak boleh ada lagi sekolah yang roboh, tidak boleh ada lagi sekolah yang tidak memiliki akses listrik atau internet. Revitalisasi ini bukan hanya soal fisik bangunan, tapi fungsi sekolah sebagai pusat peradaban,” tegas Presiden Prabowo.


Program revitalisasi tersebut mencakup perbaikan infrastruktur secara masif, digitalisasi sekolah hingga ke daerah tertinggal, serta penguatan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, sekolah juga diarahkan memiliki laboratorium kewirausahaan yang relevan dengan potensi ekonomi lokal.


Integrasi Pendidikan dan Gizi Nasional

Dalam strategi besar ini, pemerintah juga mengintegrasikan sektor pendidikan dengan program pemenuhan gizi. Melalui program Makan Bergizi Gratis, negara melakukan intervensi langsung untuk memastikan siswa mendapatkan asupan nutrisi yang memadai.


Menurut Andi Muhammad Syahwali Akbar, kebijakan ini menjadi langkah penting dalam membangun fondasi kecerdasan anak bangsa.


“Anak-anak kita adalah mesin masa depan. Mesin yang hebat butuh bahan bakar berkualitas. Pemenuhan gizi menjadi kunci utama untuk menopang kecerdasan rohani dan meningkatkan IQ serta ESQ mereka,” ujarnya.


Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya pikir kritis, kreativitas, serta ketahanan mental siswa dalam menghadapi tantangan zaman.


Fokus pada Keseimbangan IQ, EQ, dan SQ

Pemerintah juga mendorong pendekatan pendidikan yang lebih holistik. Tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter dan nilai-nilai moral.


Peningkatan Intelligence Quotient (IQ) dilakukan melalui kurikulum berbasis sains dan teknologi. Sementara Emotional Quotient (EQ) diperkuat melalui pendidikan karakter, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Adapun Spiritual Quotient (SQ) menjadi landasan untuk membangun integritas, etika, serta kecintaan terhadap tanah air.


Menuju Indonesia Emas

Pemerintah meyakini investasi di sektor pendidikan dan gizi merupakan langkah strategis dengan dampak jangka panjang terbesar bagi kemajuan bangsa.


Dengan revitalisasi sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, serta jaminan kesehatan dan gizi siswa, Indonesia diproyeksikan mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di era digital.


Hari Pendidikan Nasional tahun ini pun menjadi penanda komitmen negara dalam menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas hingga ke seluruh pelosok negeri. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah menegaskan kehadirannya untuk memastikan setiap anak bangsa mendapatkan hak pendidikan yang layak.