Prabowo, Panglima Petani -->
Cari Berita

Prabowo, Panglima Petani


Penulis : Usman GMD 4

Di hamparan sawah yang basah oleh harap, nama Prabowo Subianto bergaung pelan dari bibir-bibir petani yang tak pernah lelah menyapa pagi dengan cangkul dan doa.


Ia disebut panglima, bukan karena seragam atau barisan, tetapi karena berdiri di sisi mereka yang hidup dari tanah, dari musim, dari sabar.


Setiap hari, suara syukur bermunculan, dari ladang jagung, dari kebun sayur, dari pohon buah yang tumbuh diam-diam namun kini berbuah harapan.


Ada perputaran uang di akar rumput, mengalir seperti air irigasi yang kembali hidup, sejak program makan bergizi gratis (MBG) itu hadir menyentuh dapur-dapur sederhana dan tangan-tangan yang menanam.


Harga gabah naik, bukan sekadar angka di pasar, tapi senyum yang lebih lama tinggal di wajah petani yang dulu kerap cemas.


Pompa-pompa air berdetak, irigasi mengalir tanpa ragu, tanah yang dulu kering kini bercerita tentang panen yang tak lagi sekadar mimpi.


Petani sayur, petani buah, petani dari sawah hingga ladang jauh, bersatu dalam satu kalimat sederhana: terima kasih, dari tanah untuk pemimpinnya.


Dari kebun, dari sawah, dari ladang sunyi, mereka tak menulis di kertas, namun doa-doa itu naik ke langit menguatkan langkah negeri ini.


Dan di setiap bulir padi yang menguning, tersimpan keyakinan: bahwa ketika petani berdiri tegak, bangsa ini tak akan pernah goyah.