IMM MIPA Unim Bone Dukung Polisi Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus -->
Cari Berita

IMM MIPA Unim Bone Dukung Polisi Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus


BUGISWARTA.COM, BONE Ikaatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat MIPA Universitas Muhammadiyah (Unim) Bone menyatakan dukungan penuh kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.


Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap penegakan hukum sekaligus menjaga ruang demokrasi agar tetap sehat dan terbuka bagi suara kritis masyarakat.


Perwakilan IMM MIPA Unim Bone, Ahmad Yani, menegaskan kepercayaan pihaknya kepada aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut secara transparan.


“Kita percaya pada polisi, untuk mengusut tuntas secara transparan,” ujar Ahmad Yani.


Ia juga menekankan pentingnya mengungkap motif di balik aksi kekerasan tersebut agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.


“Penting untuk mengungkap motif pelaku agar tidak menimbulkan miss informasi di masyarakat,” tambahnya.


Menurut IMM, kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan menyangkut keberlangsungan ruang kritik dalam kehidupan demokrasi.


Mereka menilai, serangan terhadap aktivis yang selama ini menyuarakan kepentingan publik dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan kebebasan berpendapat di Indonesia.


“Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus dari KontraS tentu bukan hal yang bisa kita anggap sebagai peristiwa biasa. Serangan seperti ini selalu menimbulkan pertanyaan besar: apakah ruang bagi suara kritis di negeri ini benar-benar aman?” demikian pernyataan IMM.


IMM juga menegaskan bahwa peristiwa ini bukan hanya menyangkut satu individu, tetapi berkaitan dengan keberanian masyarakat sipil dalam memperjuangkan keadilan.


“Jika orang yang bersuara untuk kepentingan publik justru mendapat teror, tentu ini menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak baik-baik saja dalam ruang demokrasi kita,” lanjutnya.


Sebagai bagian dari elemen mahasiswa, IMM menilai bahwa sikap diam bukanlah pilihan dalam menghadapi peristiwa seperti ini.


“Mahasiswa tidak boleh diam melihat kejadian seperti ini. Kritik dan advokasi adalah bagian penting dari kehidupan demokrasi. Tanpa suara-suara yang berani mengingatkan, kekuasaan bisa berjalan tanpa kontrol,” tegas mereka.


IMM berharap kepolisian dapat mengusut kasus ini secara serius dan terbuka agar publik mendapatkan kejelasan serta rasa keadilan.


“Publik berhak mengetahui kebenaran dan memastikan bahwa tidak ada kekerasan yang dibiarkan begitu saja,” ujarnya.


Di akhir pernyataannya, IMM menegaskan bahwa menjaga ruang kritik tetap hidup merupakan tanggung jawab moral mahasiswa.


“Bagi kami, menjaga ruang kritik tetap hidup adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai mahasiswa. Karena demokrasi yang sehat lahir dari keberanian untuk bersuara, bukan dari ketakutan,” pungkasnya.