Pelajar Bone Bersatu, Gerakan 2K Jadi Simbol Kepedulian Ramadan -->
Cari Berita

Pelajar Bone Bersatu, Gerakan 2K Jadi Simbol Kepedulian Ramadan


Penulis: Muh. Khairul Nizam

Bugiswarta.com, Kabupaten Bone — Semangat Ramadan tahun ini terasa berbeda di kalangan pelajar Kabupaten Bone. Aliansi yang terdiri dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Bone, Forum Komunikasi OSIS dan OSIM Kabupaten Bone, serta Duta Pelajar Kabupaten Bone resmi meluncurkan Gerakan Pelajar Peduli melalui program “Gerakan 2K”.


Gerakan ini sederhana namun sarat makna. Setiap anggota OSIS dan OSIM diajak menyumbangkan Rp2.000 per orang. Nilainya mungkin kecil, tetapi ketika dikumpulkan bersama, dampaknya diharapkan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Tak hanya pelajar, masyarakat umum pun diberi ruang untuk ikut berpartisipasi.


Dana yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk kunjungan ke panti asuhan, aksi peduli masyarakat, hingga kegiatan berbagi Ramadan di berbagai wilayah di Kabupaten Bone.


Dewan Pengarah gerakan ini, Muh Khairul Nizam, menegaskan bahwa esensi program bukan semata pada angka donasi.


“Gerakan 2K ini adalah simbol bahwa kepedulian tidak harus dimulai dari hal besar. Justru dari langkah kecil dan kebersamaan, pelajar bisa menghadirkan dampak yang nyata bagi masyarakat. Ini juga menjadi pendidikan karakter bagi pelajar agar tumbuh dengan nilai empati dan kepedulian sosial,” ujarnya.


Menurutnya, gerakan tersebut menjadi ruang pembelajaran karakter di luar kelas. Pelajar dilatih untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.


Ketua Umum IPM Bone, Usril, menyampaikan bahwa Gerakan Pelajar Peduli merupakan wujud komitmen pelajar Muhammadiyah untuk hadir di tengah masyarakat.


“Kami ingin menunjukkan bahwa pelajar tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat nilai berbagi dan kepedulian itu,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi OSIS dan OSIM Bone, Syahrul, menilai kolaborasi lintas organisasi menjadi kekuatan utama gerakan ini. Menurutnya, persatuan pelajar akan melahirkan dampak yang lebih luas.


“Ini adalah gerakan bersama. Ketika OSIS, IPM, dan Duta Pelajar bersatu, maka dampaknya akan lebih luas. Kami berharap seluruh OSIS dan OSIM di Bone dapat berpartisipasi aktif,” katanya.


Dukungan juga datang dari perwakilan Duta Pelajar Kabupaten Bone, Rifqi Fauzan. Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk terlibat penuh dalam kolaborasi ini.


“Sebagai perwakilan Duta Pelajar Bone, kami tentu sangat mendukung Gerakan Pelajar Peduli ini. Ini adalah bentuk nyata kepedulian pelajar Bone, dan kami mengajak seluruh pelajar serta masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dan menyukseskan gerakan ini agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” ujarnya.


Saat ini, donasi disalurkan melalui rekening BRI atas nama Sriwahyuni Rustan selaku Bendahara Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Panitia berharap partisipasi terus bertambah hingga puncak penyaluran nanti.


Melalui Gerakan Pelajar Peduli, pelajar Bone ingin menjadikan Ramadan bukan sekadar bulan ibadah secara spiritual, tetapi juga momentum menghadirkan manfaat nyata bagi sesama. Dari dua ribu rupiah, mereka ingin menanamkan nilai yang jauh lebih besar: empati, solidaritas, dan kebersamaan.