Ruang Bertemu di Tengah Kota, Halte Kolaborasi Lapangan Merdeka Jadi Napas Baru Publik Bone -->
Cari Berita

Ruang Bertemu di Tengah Kota, Halte Kolaborasi Lapangan Merdeka Jadi Napas Baru Publik Bone


Ruang Bertemu di Tengah Kota, Halte Kolaborasi Lapangan Merdeka Jadi Napas Baru Publik Bone

Suasana Lapangan Merdeka, Watampone, Senin sore, 26 Januari 2026, terasa berbeda. Di tengah ruang terbuka yang selama ini menjadi tempat warga berolahraga, bersantai, dan berkumpul, sebuah sudut baru resmi dihadirkan. Bukan sekadar bangunan fisik, tetapi ruang temu yang membawa harapan akan lahirnya interaksi, ide, dan kolaborasi lintas generasi.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman meresmikan Halte atau Pojok Kolaborasi Lapangan Merdeka sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bone menghadirkan ruang publik yang lebih hidup, inklusif, dan fungsional. Peresmian itu menjadi penanda komitmen pemerintah daerah dalam menata ruang kota agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Halte atau Pojok Kolaborasi ini dirancang sebagai ruang multifungsi. Di satu sisi, ia menjadi tempat singgah yang nyaman bagi warga yang beraktivitas di Lapangan Merdeka. Di sisi lain, fasilitas ini diproyeksikan sebagai wadah bertemunya gagasan, ruang diskusi, panggung kecil kreativitas, hingga pusat interaksi sosial yang terbuka bagi siapa saja.

Di bawah langit Watampone yang mulai berwarna jingga, sejumlah warga tampak berhenti sejenak, mengamati sudut baru di lapangan kebanggaan kota tersebut. Anak-anak muda berbincang santai, sebagian membayangkan ruang itu sebagai tempat berkumpul komunitas, diskusi ringan, atau sekadar melepas lelah setelah beraktivitas.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap kehadiran Pojok Kolaborasi ini dapat menjadi pemantik tumbuhnya aktivitas kreatif masyarakat, terutama generasi muda. Ruang publik tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat lewat atau berolahraga, tetapi juga sebagai pusat interaksi yang mendorong lahirnya ide-ide segar, kolaborasi komunitas, dan kegiatan sosial yang produktif.

Lapangan Merdeka selama ini telah menjadi denyut kehidupan kota, tempat berbagai lapisan masyarakat bertemu tanpa sekat. Dengan hadirnya Halte atau Pojok Kolaborasi, denyut itu diharapkan semakin kuat. Ruang kecil di tengah lapangan ini menjadi simbol keterbukaan, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang terus dijaga di Bumi Arung Palakka.

Lebih dari sekadar fasilitas, Pojok Kolaborasi Lapangan Merdeka menjadi pesan bahwa ruang publik adalah milik bersama. Di sanalah masyarakat bisa saling bertemu, bertukar cerita, merajut gagasan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota yang mereka cintai.