Bugis warta.com, Bone — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bone menyampaikan pernyataan sikap terkait penangkapan seorang oknum dosen berinisial AT yang diduga terlibat kasus narkoba dan sempat dikaitkan dengan nama Muhammadiyah dalam sejumlah pemberitaan.
Ketua Umum IMM Komisariat Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bone, Yusdar, menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menilai kasus itu mencederai nilai moral dan etika dunia pendidikan, sekaligus berpotensi menimbulkan stigma yang keliru terhadap organisasi keislaman.
“Perlu kami tegaskan, oknum dosen yang terlibat bukan merupakan kader Persyarikatan Muhammadiyah, baik secara ideologis maupun struktural. Karena itu, kami menolak tegas segala bentuk penggiringan opini yang mengaitkan kasus ini dengan Muhammadiyah sebagai organisasi,” ujar Yusdar dalam pernyataan tertulis yang diterima di Bone, Kamis.
Menurutnya, Muhammadiyah sejak awal berdiri konsisten menjunjung nilai amar maruf nahi munkar, integritas moral, serta komitmen kuat dalam pemberantasan narkoba dan berbagai bentuk penyimpangan sosial. Tindakan individu yang melanggar hukum, kata dia, merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak dapat digeneralisasi sebagai cerminan nilai organisasi.
IMM juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum yang adil, transparan, dan tegas sesuai ketentuan perundang-undangan. Penanganan perkara tersebut diharapkan menjadi pelajaran bersama agar lingkungan kampus tetap menjadi ruang yang aman, bersih, dan bermartabat bagi civitas akademika.
Di akhir pernyataannya, IMM mengajak seluruh elemen masyarakat dan insan pers untuk bersikap objektif, tidak melakukan generalisasi, serta bersama menjaga marwah lembaga pendidikan dan organisasi keislaman, khususnya di Kabupaten Bone.

