BUGISWARTA. COM, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bone menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Sikap ini berlaku mutlak, terlebih jika pelanggaran dilakukan oleh oknum yang pernah berstatus sebagai tenaga pendidik. Perbuatan tersebut dinilai mencederai hukum, etika akademik, serta nilai moral yang semestinya dijunjung tinggi.
Meski demikian, IMM menyoroti cara sebagian media memberitakan kasus tersebut dengan mengaitkannya secara langsung dengan Muhammadiyah. Menurut IMM, framing semacam itu tidak proporsional dan berpotensi menyesatkan publik. Fakta yang perlu ditegaskan, oknum dimaksud bukan lagi kader Muhammadiyah dan secara kelembagaan telah diberhentikan secara resmi oleh institusi terkait. Langkah ini menunjukkan sikap tegas, cepat, dan konsisten Muhammadiyah dalam menjaga marwah persyarikatan.
IMM menilai, menggeneralisasi tindakan individu sebagai cerminan nilai atau identitas Muhammadiyah adalah bentuk ketidakadilan informasi dan bertentangan dengan prinsip jurnalisme yang objektif serta berimbang. Muhammadiyah justru memiliki rekam jejak panjang dalam perjuangan moral, pendidikan, dan pemberantasan penyakit sosial, termasuk narkoba.
Karena itu, IMM mengajak insan pers untuk lebih bertanggung jawab dalam menyajikan informasi. Pemisahan yang tegas antara tindakan personal oknum dan nilai kelembagaan organisasi menjadi hal mendasar. Kritik dan pengawasan publik sah dilakukan, namun harus berlandaskan fakta, keadilan, dan tidak membangun stigma yang merugikan institusi yang berkomitmen pada nilai kemanusiaan dan keadaban.
Sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, IMM menegaskan komitmennya untuk terus berada di garda depan gerakan anti-narkoba. Di saat yang sama, IMM mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik agar tidak dipenuhi narasi menyesatkan. Keadilan informasi, bagi IMM, adalah prasyarat utama menuju keadilan sosial.

