bugiswarta.com, Cilacap — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Dr. Hj. Novita Wijayanti, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara kepada masyarakat Desa Sidamulya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut mengusung tema Penguatan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Fondasi Persatuan Bangsa dan berlangsung di Aula Desa Sidamulya, Dusun Mekarsari, Selasa (9/12/2025).
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional anggota MPR RI dalam memasyarakatkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.
Sosialisasi juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pemaparannya, Novita Wijayanti menjelaskan bahwa Pancasila memiliki kedudukan yang sangat fundamental sebagai dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum.
Seluruh kebijakan publik, peraturan perundang-undangan, serta penyelenggaraan pemerintahan harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila agar selaras dengan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Ia menegaskan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan globalisasi, teknologi informasi, dan perubahan sosial yang cepat.
Fenomena seperti meningkatnya individualisme, melemahnya semangat gotong royong, hingga potensi konflik akibat perbedaan pandangan menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan memperkuat kembali nilai-nilai Pancasila.
“Penguatan Pancasila tidak boleh berhenti sebagai wacana normatif, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat,” tegasnya di hadapan peserta.
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, aparatur desa, pemuda, serta warga setempat. Suasana kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif, dengan antusiasme peserta yang tinggi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab interaktif.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyoroti peran generasi muda dalam menjaga nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial. Peserta juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai ciri khas bangsa Indonesia yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Menanggapi hal tersebut, Novita Wijayanti mengajak masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang membumi dan kontekstual. Ia menekankan pentingnya sikap toleransi, musyawarah, saling menghormati, serta kepedulian sosial sebagai bentuk konkret pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Empat Pilar Kebangsaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pancasila menjadi dasar ideologis, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, NKRI sebagai bentuk negara yang final, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu dalam keberagaman. Pemahaman yang utuh terhadap Empat Pilar tersebut dinilai krusial untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII (Banyumas dan Cilacap), Novita Wijayanti menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi kebangsaan. Ia menilai, dialog langsung dengan masyarakat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendengar aspirasi warga.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah perbedaan. Melalui penguatan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif menjaga kerukunan sosial dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di akhir kegiatan, Novita Wijayanti menyampaikan harapannya agar hasil sosialisasi tidak berhenti pada forum diskusi semata, melainkan diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Pancasila benar-benar menjadi perekat persatuan bangsa dan fondasi kuat bagi Indonesia yang rukun, adil, dan berkeadaban.

