Story of AKA (Abdul Karim Al-Jufri ) Part 2 -->
Cari Berita

Story of AKA (Abdul Karim Al-Jufri ) Part 2

Abdul Karim Al Jufri

Andi Syahwaliil, seorang aktivis asal Bone, Sulawesi Selatan, dalam bugiswarta.com, pernah mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Abdul Karim Aljufri (AKA). “AKA adalah panutan yang baik dan memberikan contoh bahwa perjuangan dalam membangun karir politik dari bawah  jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, kedepan bukannya tidak mungkin bisa mengambil peran penting dalam percaturan politik.”


Pernyataan Syahwalil ini lantas semacam memberikan energi untuk melanjutkan catatan ini. Tentu di balik itu ada sosok AKA. AKA menjadi panutan yang baik bagi zaman ketika di mana kita membutuhkan orang-orang serius dalam perjuangan politik itu sendiri. 


Secara jujur orang-orang seperti AKA adalah wujud dari kekuatan baru yang siap untuk bergulat dengan kompleksitas yang dihadirkan dalam wahana politik khususnya di Sulawesi Tengah.


Kehadiran AKA tidak bisa hanya dikatakan sebagai alternatif politik alias ketika masyarakat Sulawesi Tengah tidak punya pilihan dalam pesta demokrasi yang akan datang. Sebab dari jauh hari sebelumnya, AKA benar-benar telah disiapkan oleh Gerindra untuk menjawab kebuntuan dan kegamanagan masyarakat Sulawesi Tengah dalam memilih calon pememipin di masa yang akan datang.


Saya kira ada banyak orang yang mengenal sosok AKA. Ya, ia bukan hanya sekadar pendekar silat lebih dari itu AKA adalah "pendekar politik" yang lahir dari tempaan sang ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Menganal AKA artinya tidak meragukan sama sekali jiwa patriotismenya. Mengenal AKA artinya tidak meragukan pengetahun politiknya. 


Maka tidak berlebihan jika saya mengatakan hal yang sama; perjuangan AKA semasa ia di parlemen sejak tahun 2019 hingga terpilih kembali pada tahun 2024, adalah sebuah pembuktian konkrit bahwa dalam 5 hingg 10 tahun yang akan datang, AKA selaiknya para pendahulunya di Sulawesi Tengah akan abadi dalam ingatan masyarakat  Sulawesi Tengah. 


Dengan demikian saya kira tidak ada alasan untuk tidak memilih AKA pada perhelatan pemilihan Gubernur dan Wakilnya pada November yang akan datang.