Story of AKA Abdul Karim Al-Jufri Part 1 -->
Cari Berita

Story of AKA Abdul Karim Al-Jufri Part 1

Abdul Karim - Prabowo

BUGISWARTA.com, JAKARTA -- Teman saya baru saja mengunggah sebuah foto pada histori wassap pribadinya. Foto itu menampilkan tiga orang tokoh, satu di antaranya adalah sosok yang saya kenal. Bang Abdul Karim Aljufri. Bang AKA, sapaan akrab kami pada beliau.


Berkat unggahan itu, saya jadi punya hasrat untuk merawi sosok pemuda dan tauladan bagi kami semua para Pemuda Sulawesi yang sampai detik ini diberi kesempatan oleh Pak Prabowo dan Partai Gerindra berada di barisan perjuangannya.


Sepanjang yang masih teringat, pertama kali saya bertemu Bang AKA di tahun 2015 silam. Pertemuan itu juga bukan di tempat biasa. Melainkan di lembah Hambalang, tempat pemusatan pendidikan dan latihan Kader Muda Partai Gerindra. 


Bang AKA tampil sebagai mentor sekaligus pelatih silat (hamma, keren betul ini orang). Awalnya saya mengira jika semua para pelatih silat adalah mereka yang berasal dari wilayah pasudan atau tanah betawi. 


Sampai pada sesi perkenalan, giliran bang AKA yang tampil memperkenalkan diri. Decak kaget ketika beliau menyebut asal daerahnya dari tanah Selebes; Palu, Sulawesi Tengah. Hal lainnya Bang AKA memilik nama belakang yang bukan maen. Aljufri.

Abdul Karim - Prabowo


Aljufri sendiri di Daerah Sulawesi, khusunya seantero Palu dan Gorontalo, terkenal dari kalangan/keturunan Ulama Besar Habib Idrus bin Salim Aljufri. Maka tidak mengherankan di beberpa kesempatan orang-orang kerap memanggil Bang AKA dengan sebutan "Bib" alias Habib. 


Bang AKA memiliki segudang prestasi. Ia bahkan dua kali berturut-turut menjadi Jawara Pencak Silat Dunia. Dengan peredikat "pendekar" itulah ia sempat diberikan kepercayaan mendapingi Pak Prabowo sebagai ajudannya. Di masa Bang AKA bertugas dan menjadi orang kepercayaan Pak Prabowo, ia senantiasa banyak belajar dan meneladani apa-apa yang diperjuangkan sang Ketum. Hasilnya Bang AKA mampu melejitkan karir politiknya di tingkat nasional. Imbas dari karir yang cemerlang itulah ia kini kembali dipercaya oleh masyarakat Sulawesi Tengah menjadi perwakilan mereka di DPRD Provinsi. 

Abdul Karim - Prabowo


Lantas hal apa yang mampu mendorong saya hingga detik ini rela menjadi perawinya? Sederhana. Ada nasihat baik dari sang pendekar. 

"Jadi, wan, perantau itu akan mendapatkan kehormatannya di tanah asing. Setelah itu kau bisa bawa ke kampung halamanmu".


Untuk membuktikan perkataannya, Bang AKA tidak main-main. Sederet tugas yang diembannya di Partai terbesar ketiga di negara ini cukup menjadi pembuktian. Kami pun didorong untuk membuktikan hal yang sama. Beberapa anak-anak dari dataran Sulawesi kini banyak diberikan tugas dan tanggung jawab oleh Partai Gerindra di tingkat nasional. Tentu saja berkat didikan sang pendekar. 


Sekian. 

Sampai nanti di Story Of AKA selanjutnya....