Komandan TKN Fanta Sebut Indonesia Butuh Orang Muda Dorong Agenda Maritim -->
Cari Berita

Komandan TKN Fanta Sebut Indonesia Butuh Orang Muda Dorong Agenda Maritim


BUGISWARTA.COM,  Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta Prabowo-Gibran menggelar Sarasehan dan FGD Maritim bertajuk “Maritim Menuju Indonesia Maju” pada Jumat (22/3). Acara yang digelar di Fanta HQ dihadiri Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran Muhammad Arief Rosyid Hasan dan Koordinator Fanta Maritim Makbul Ramadhani.


Adapun narasumber dalam acara ini yakni Pegiat Maritim Jefri San dan Bayu Putro, Praktisi Maritim Fajar, Akademisi Muhammad Syaiful dengan moderator Sadam Elake.


Sarasehan dan FGD tersebut sekaligus memperkenalkan Fanta Maritim, sebagai cluster Fanta yang ke 28. 


Arief menuturkan bahwa Indonesia merupakan negara maritim. Karena itu ia menyinggung potensi maritim Indonesia yang mencapai 27 Miliar USD. 


“Pak Presiden Jokowi pada saat 2014 dan 2019 itu selalu bicara kita negara maritim tidak boleh memunggungi lautan gitu. Kita tidak boleh memunggungi laut, sungai, dan potensi-potensi yang ada airnya,” kata Arief.


Kendati demikian kata Arief gagasan utama Jokowi tersebut belum tersampaikan dengan baik oleh struktur birokrasi. Sehingga kata Arief kedepannya perlu ada terobosan di dunia maritim.


Karenanya ia meminta Fanta Maritim dibawah Makbul Ramadhani untuk fokus menyusun dan melaksanakan agenda-agenda yang berkaitan dengan kelautan. Sebab kata dia banyak potensi sumber daya keluatan yang bisa dikelola dengan baik. Yakni kata Arief dari mulai logistik, transportasi laut, pertambangan laut, potensi perikanan dan lainnya.


Sehingga Wakil Direktur Milenial TKN Jokowi-Ma’ruf saat Pilpres 2019 itu menegaskan Indonesia butuh orang muda untuk fokus mendorong agenda-agenda maritim.


“Perlu anak-anak muda yang fokus, serius untuk mendorong agenda maritim ini, sehingga kita akhirnya melahirkan banyak anak-anak muda yang siap. Apalagi Fanta ekosistem ini juga akan kita dorong sebagai talent pool, kita persiapkan anak-anak muda yang sehingga kalau dibutuhkan, kami disini punya anak muda di sektor maritim ini,” ucap Arief.


“Jadi hal-hal itu yang memang harus kita siapkan ya, mumpung priodesasi ini masih ada sekitar 7 bulan ya, kita persiapkan. Karena sekarang kan ada agenda keberlanjutannya, agenda percepatannya, akselerasinya, dan penyempurnaannya. Sehingga di bawah Pak Prabowo Mas Gibran harusnya ini jauh lebih mudah ini, transisinya,” sambungnya.


Dalam FGD, Koordinator Fanta Maritim Makbul Ramadhani menyinggung bahwa program tol laut dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus terus dilanjutkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2024 Prabowo-Gibran. Sebab kata Makbul, program tol laut bermanfaat untuk masyarakat terpencil, karena dapat mengurangi disparitas harga barang antarwilayah di Indonesia.


“Dari konektivitas nasional kita, saya pikir sudah cukup, tinggal bagaimana berkelanjutan kita optimalkan. Kita mengoptimalkan kapal yang banyak masuk, perputaran ekonomi di daerah-daerah itu betul-betul hidup, harga-harga barang pokok dan barang penting juga menjadi murah, karena ada program tol laut yang kemudian akan disempurnakan, dilanjutkan oleh Bapak Prabowo dan Mas Gibran,” kata Makbul.


Makbul juga menyebut bahwa belum ada pelabuhan internasional di Selat Malaka. Sebab kata dia setiap tahun, sebanyak 80 ribu kapal dan 40 persen ekonomi perdagangan dunia yang melintasi Selat Malaka.


Karena itu pihaknya tengah menyusun naskah agar dibangun Pelabuhan Internasional atau Pelabuhan Samudera di Selat Malaka untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.


“Jadi kita sedang susun naskah untuk diberikan kepada pemerintahan terpilih Bapak Prabowo dan Mas Gibran untuk ikut serta menyusun kebijakan itu, karena kan posisi Indonesia sangat strategis kan. Jadi kita harus betul-betul memanfaatkan posisi strategis untuk meningkatkan perekonomian nasional kita. Jadi harus ada pelabuhan internasional, kalau kata Bung Karno Pelabuhan Samudera,” kata Makbul.


Karena itu anak-anak muda kata Makbul harus ikut mendorong kebijakan agar sektor maritim bisa berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Sebab Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki potensi sumber daya alam di laut dan juga letak strategis Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di antara dua samudra hindia dan pasifik.


“Kita menyusun sebuah draft yang akan kita tawarkan, yang akan kita sampaikan nanti sebagai bentuk kita menghimpun pemikiran-pemikiran anak-anak muda bagaimana kemudian anak-anak muda ikut terlibat mengawal proses kebijakan Bapak Prabowo dan Mas Gibran,” kata Makbul.


Di kesempatan yang sama Pegiat Maritim Jefri San meyakini di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, maritim Indonesia bisa menjadi poros di alur perdagangan. Sebab banyak potensi laut yang bisa dikembangkan seperti penguatan budaya dan sumber daya maritim, pariwisata hingga pengembangan infrastruktur konektivitas.


“Saya pikir ini saatnya, mungkin di tangan Pak Prabowo dan Mas Gibran, maritim itu benar-benar menjadi poros untuk alur perdagangan kita,” kata Jefri.


Sementara itu pegiat Maritim Bayu Putro menyoroti pengelolaan limbah sampah di pelabuhan. Sebab kata dia dari data Majalah Tempo tahun 2021, limbah sampah yang dihasilkan itu sebanyak itu sebanyak 0,68 kilo per hari sampah. Karena itu untuk mencapai Greenport, perlu ada kerjasama dalam pengelolan sampah di pelabuhan.


“Kedepannya kita mendorong untuk pemeerintahan ke depan melakukan sebuah konsesi atau kerjasama tersebut, kerjasama antara pemerintah dan bidang usaha di dalam pengelolaan sampah di Pelabuhan,” ucap Bayu.


Kemudian Praktisi Maritim Fajar menyarankan perlunya ada produk-produk maritim yang harus dimunculkan di e-katalog. 


“Memberikan suatu produk yang bisa menjadi suatu investasi dan mungkin bisa menjadi suatu kebijakan bagaimana bisa tata kelola terhadap penjualan produk-produk yang berhubungan dengan maritim tersebut,” ucap Fajar.


Selain itu Akademisi Muhammad Syaiful menyarankan perlunya pengembangan digitalisasi di sektor maritim di pemerintahan Prabowo-Gibran. Yakni dari mulai bagaimana menyediakan sebuah jasa layanan yang terdigitalisasi. 


“Bagaimana program konektivitas logistik antar pulau dan seterusnya, pelabuhan cerdas berkelanjutan ini juga yang kita akan push melalui FGD ini yang nanti menjadi satu rekomendasi bagaimana membuat satu pelabuhan yang cerdas. Sehingga salah satu jalan untuk mengatasi kesemrautan termasuk di sektor maritim ini ya itu dengan perizinan dan administrasi digital,” katanya.