Jawab Isu Geopolitik di CSIS, TKN: Prabowo Capres yang Berani dan Merangkul -->
Cari Berita

Jawab Isu Geopolitik di CSIS, TKN: Prabowo Capres yang Berani dan Merangkul

BUGISWARTA.COM, JAKARTA — Pada dialog ‘Pidato Calon Presiden Republik Indonesia: Arah dan Strategi Politik Luar Negeri’ yang diadakan Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta Senin kemarin, capres dari yang diusung dan didukung Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto memaparkan pandangannya.

Salah satu sudut pandang Prabowo terkait kebijakan luar negerinya yang memakai perandaian satu musuh terlalu banyak, 1.000 teman terlalu sedikit. Hal ini, menurut TKN Prabowo-Gibran, merupakan gambaran sikap Prabowo dalam berpolitik, termasuk politik dalam negeri.

“Semua dirangkul dan diajak berteman. Tidak ada eksklusivitas, arogansi, atau mau menang sendiri. Bisa terlihat dari koalisi kami yang besar dan beragam. Hanya Pak Prabowo capres yang konsisten mengangkat nilai kerukunan,” kata Juru Bicara TKN Prabowo Gibran, Budisatrio Djiwandono kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

“Artinya adalah, sikap ini bukan sekadar ide yang diomong-omong saja. Apa yang Pak Prabowo katakan, ia lakukan,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa dalam sesi di CSIS Prabowo menegaskan bila menjadi presiden, maka kebijakan politik yang akan dilaksanakan dengan negara tetangga adalah politik tetangga baik atau “good neighbor policy.”

“Disampaikan soal good neighbor policy. Sebuah konsep yang mengusung a web of friendship atau jaringan persahabatan di mana Indonesia akan menjadi teman baik dari negara-negara lain, tak hanya di kawasan, tetapi juga secara umum.”
 
Sementara itu, menyoroti konflik yang sedang terjadi di Palestina-Israel, TKN mengatakan Prabowo juga berani mengambil sikap dan menyuarakan perdamaian.

“Banyak pihak yang diam melihat anak-anak dan rumah sakit diserang di Gaza. Ini suara yang penting untuk diungkapkan ke dunia internasional. Pak Prabowo mengingatkan soal ini kepada negara Barat atas dasar pertemanan, respect, serta kekaguman, di mana negara Barat adalah panutan banyak pihak dalam beberapa aspek pembangunan negara,” terang Budi.

Selain itu, Budi mengatakan, dalam paparannya, Prabowo juga menegaskan mendukung perdagangan yang bebas dengan negara lain, dengan catatan penting, yaitu harus ada “level playing field” atau ruang kompetisi yang setara dan mengedepankan prinsip keadilan.

“Indonesia juga mau industri negara kita maju. Lapangan kerja banyak. Dan negara lain harus menghargai itu. Prinsipnya adalah saling menghormati. Itu pesan Pak Prabowo yang mengena,” katanya.

Prabowo, lanjut Budi, juga sempat menyoroti sulitnya Indonesia mengekspor kopi ke Eropa dan bersuara soal gugatan yang diajukan Uni Eropa kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait pelarangan ekspor bijih nikel untuk hilirisasi industri Indonesia.

“Intinya beliau secara keseluruhan mengatakan Indonesia berhak maju seperti negara lainnya di dunia.”