Pandemic Corona Ancaman Bagi Kebebasan Pers

Bugiswarta.com, PARIS -- Wabah Virus Corona melanda ratusan negara ternyata juga membahayakan bagi kebebasan pers. Organisasi reporter tanpa batas (BSF) menyebut sejumlah negara sengaja membatasi akses media mengenai covid 19.


Dalam pernyataannya RSF organisasi yang bermarkas di Paris Perancis ini mencontohkan Cina dan Iran sebagai negara yang membatasi penyebaran informasi mengenai sebaran dan penanganan wabah ini


negara dengan peringkat kebebasan rendah semakin mungkin melakukan kegiatan pembatasan informasi ujar sekretaris jenderal RSF Christophe Deloire kepada AFP kemarin.


Ranking kebebasan pers tertinggi masih dipegang negara-negara Eropa Barat. rsf mencatat Cina dan Iran berada di posisi ke 177 dan 173 negara. Amerika serikat menyebut Cina sudah memalsukan jumlah korban positif.


“China sudah mengambil langkah pengetatan informasi di dalam berita buruk seputar kopi 19 disembunyikan,” ujar Deloire.


Di Eropa Hungaria juga mengeluarkan undang-undang khusus mengenai informasi menyimpan soal covid 19.


“Ada hubungan antara peringkat sebuah negara dalam indeks kebebasan pers dengan kecepatan respon mereka menangani Covid19," simpul Deloire.


Norwegia Finlandia dan Denmark termasuk berhasil menangani jumlah penderita korona ketiga negara ini berada di posisi 5 besar negara dengan kebebasan pers.


Sedangkan Turki di posisi 154 dianggap sudah melakukan sensor kepada media. RSF menyebut kebebasan media di bawah presiden recep tayyip Erdogan makin parah setiap harinya.


Begitu juga dengan Rusia di bawah kepemimpinan presiden Vladimir Putin Juga juga dituding melakukan upaya membatasi media dengan mengendalikan internet


Day.
Share on Google Plus

About bugis warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment