Fungsionaris Partai Golkar Sulsel, Mahmud Nuhung menjadi utusan Sang Komandan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo pada HUT PPP Sulsel Sabtu 9 Januai 2016 di Hotel Sheraton Makassar bersama dengan Ketua DPP PPP, H. Djan Faridz
MAKASSAR, Bugissarta.com -- Kehadiran Funsionaris Partai Golkar Dr Mahmud Nuhung, MM yang datang seorang diri mengenakan jas partai di acara peringatan hari ulang tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel ke-43, di Hotel Sheraton, Sabtu, 9 Januari, mengundang perhatian banyak orang.
Dekan FE Unismuh Makassar ini, merupakan satu-satunya tamu undangan dari partai yang mengenakan lengkap atribut partai. Acara ulang tahun PPP ini juga dirangkaikan Rakor Regional Sulawesi PPP dan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Hotel Sheraton Makassar, Sabtu 9 Januari baru-baru ini.
Selain dihadiri Ketua Umum PPP H. Djan Faridz bersama Sekum PPP, Dimiyati Natakusuma juga sejumlah undangan utusan partai politik, seperti dari Hanura Sulsel diwakili, Imbar Ismail, Golkar diwakili oleh Dr H Mahmud Nuhung,MM, Zusanna Kaharuddin dari PKPI dan banyak lagi perwakilan dari partai lainnya.
Kehadiran Mahmud Nuhung kader tulen Partai Golkar Sulsel ini, bukan sekadar mewakili partai, tetapi kehadirannya langsung perintah dari Sang Komandan.
''Saya diminta oleh Ketua DPD Golkar Sulsel dan juga Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk mewakili Partai Golkar di peringatan harlah PPP Sulsel itu '', kata Mahmud Nuhung, Senin 11 Januari di ruang kerjanya kampus Unismuh Makassar Talasalapang Makassar.
Perintah SYL ini langsung direspon Mahmud Nuhung dan bahkan berterima kasih karena diberi amanah mewakili partai. "Ini amanah Sang Komandan yang mutlak dilaksanakan,"tegas Mahmud, beberapa waktu lalu, mengeluarkan pernyataan menarik di media massa, kalau dia tidak ingin masuk mencalonkan diri menjadi pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulsel periode 2015-2020 karena tidak biasa keluar dari barisan yang sementara berjalan.
Menjadi utusan Sang Komandan dari Partai Golkar pada acara formal bagi Dekan Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar, sudah biasa entah ke kampus atau kegiatan sosial keagamaan organisasi sosial dan kemasyaraakatan, katanya.
Sepanjang tahun 2016, menurut mantan Pengurus KNPI Sulsel ini, bagi partai politik adalah era konsolidasi untuk segera menuju pada konsensus politik, setelah sebelumnya diwarnai dengan riak-riak dinamika konflik,
Kalangan elite partai sudah mulai proses penyadaran untuk kembali bersatu membesarkan partai untuk selanjutnya berlomba mensejahterakan dan meningkatkan kualitas hidup dari masyarakatnya, tegas penulis buku Bank Syariah, Studi Kualitas Jasa dan Pemasaran Relasional.
-------------------------
Yahya Mustafa/ Usman
