Pilkada Soppeng : Pertarungan Ekspektasi VS Uang -->
Cari Berita

Pilkada Soppeng : Pertarungan Ekspektasi VS Uang

SOPPENG, Bugiswarta.com -- Kekuatan uang para pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati pada Pilkada 11 kabupaten di Sulsel tahun 2015 ini, disebut-sebut masih menjadi salah satu penentu peluang keterpilihan kandidat. Meski tidak menjadi faktor utama, namun potensi politik uang di daerah yang hanya menyajikan pertarungan dua paslon akan lebih mudah mempengaruhi pilihan para pemilih.

Selain hanya ada dua pilihan saja, ekspektasi atau harapan besar mayoritas masyarakat terhadap calon pemimpin yang dianggap mampu memberikan perubahan, dapat saja berubah pada hari terakhir karena faktor uang. Pilkada di kabupaten Soppeng akan menjadi salah satu tolak ukur pertarungan ekspektasi VS uang.

Hanya ada dua paslon yang bakal bertarung di Pilkada Soppeng antara pasangan nomor urut 1, Lutfi Halide-Andi Zulkarnain Soetomo (LHD-Azas) VS pasangan nomor urut 2, Andi Kaswadi Razak-Supriansa (Akar-Super). Harapan masyarakat bumi Latemmamala julukan Soppeng terhadap pemimpin baru yang dapat memberikan perubahan besar di daerahnya, nampak lebih dominan kepada Kaswadi dan Supriansa.

Hal itu terbukti pada setiap kunjungan sosialisasi dan kampanye paslon usungan Golkar, Gerindra, PDI-P, PAN dan PKS ini. Ratusan warga Soppeng tak pernah absen memadati lokasi kedatangan mereka. Ada begitu banyak harapan yang diinginkan masyarakat, baik peningkatan pertanian, perekonomian dan pembangunan, serta terbukanya lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

"Saya anggap hanya Akar-Super yang mampu memenuhi harapan masyarakat Soppeng yang menginginkan perubahan. Bisa lihat sendiri besarnya minat masyarakat untuk hadir saat mereka sosialisasi," kata Henrik, yang merupakan warga Kecamatan Marioriwawo, Dusun Sanuale kabupaten Soppeng, Selasa (3/10/2015).

Menurut Henrik, trauma akan kepemimpinan bupati sebelumnya, Andi Soetomo memantik minat besar masyarakat Soppeng untuk memilih pemimpin baru yang mampu memajukan daerah mereka. Sebab, dua periode masa kepempinan Andi Soetomo, dianggap belum mampu meningkatkan pembangunan serta taraf kesejahteraan masyarakat bumi Latemmamala.

Peningkatan bidang pertanian, birokrasi yang bersih, keterlibatan investor dengan perbaikan infrastruktur yang layak, serta pengembangan pusat pariwisata permandian Ompo' menjadi salah satu tawaran Akar-Super bagi para calon pemilihnya. Kaswadi yang merupakan mantan ketua DPRD Soppeng, serta profesi Supriansa sebagai pengacara dan pergaulannya yang cukup luas pada skala nasional, menjadi salah satu alasan mengapa pasangan Akar-Super dianggap merupakan pasangan ideal untuk Soppeng kedepannya.

Olehnya, pasangan Akar-Super disebut mewakili ekspektasi mayoritas masyarakat Soppeng kearah yang lebih baik. Menurut pengamat politik dan pemerintahan asal Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Haris, meski kehadiran Akar-Super lebih dominan dalam menarik hati para pemilih, namun hal tersebut belum menjamin peluang keterpilihan mereka.

Mengingat rival mereka Lutfi Halide (LHD) sebelumnya adalah kadis pertanian Provinsi Sulsel. Selain itu lanjut Andi Haris, LHD juga merupakan besan Gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo (SYL). Sementara, wakilnya Andi Zulkarnain merupakan seorang putra mahkota dari bupati Soppeng dua periode Andi Soetomo.

"Kekuatan pengaruh LHD-Azas tetap berpeluang menepis dominasi Akar-Super," katanya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Andi melanjutkan, faktor pengaruh birokrasi dan uang adalah dua kekuatan besar yang dapat merubah niat masyarakat di pilkada. Hal tersebut kata dia, didasari pengalaman pada perhelatan pilkada sebelumnya. Dimana potensi keterlibatan birokrasi secara terstruktur, sistematis dan massif (TSM) dapat memberikan pengaruh yang besar pada pemilih. Meskipun kata dia, para PNS tetap dituntut wajib netral dalam pilkada. Namun, celah dalam regulasi tetap saja dapat dimanfaatkan.

"Jajaran birokrasi dapat merubah minat awal masyarakat. Apalagi jika ditunjang dengan celah politik uang, maka mobilisasi pemilih bisa sangat besar. Itulah kami harapkan seluruh kandidat dapat bertarung secara fair dan sehat demi melahirkan pemimpin yang adil," demikian Andi.

--------------------------------
(****)