Membaca Tanda Makassar Menuju Kota Dunia   -->
Cari Berita

Membaca Tanda Makassar Menuju Kota Dunia  

ST Muthiah Moreira 
Mahasiswa Komunikasi UMI Makassar  
Makassar salah satu kota besar di Indonesia, dan kota terbesar  untuk  Kawasan Timur Indonesia,  tidak heran apabila penduduk kota metropolitan ini  makin hari terus  bertambah, untuk 2015  saja populasi penduduknya tembus angka 1,7 juta jiwa lebih .


Rencana pemerintah kota menjadikan Makassar sebagai kota dunia,  telah  memunculkan tanda-tanda kecil untuk merealisasikannya. Tanda itu dapat  dibaca dari kebijakan walikota  meluncurkan  program Makassar Tidak Rantasa' , hadir  sejumlah  Bus Rapid Trans (BRT) atau dikenal dengan Busway Trans Mamminasata dan lain-lain,  merupakan langkah awal  mewujudkan makassar sebagai kota dunia .

Berbicara tentang transportasi,  sebelum di muncurkanya BRT di Makassar pete-pete merupakan salah satu ransportasi sangat diminati dan hal itu masih  bertahan walau BRT suda beroperasi.

Peminat BRT masih relatif minim, hal itu  di sebabkan kurangnya komunikasi antara pemerintah kepada warga atas peluncuran BRT tersebut dan juga  membuat para calon penumpang buta akan informasi baik itu harga dan jadwal bus melintasi halte-halte yang sudah tersedia.

Pete-pete, panggilan popular angkot di Makassar masih menjadi raja jalan raya, mematok harga 5 ribu rupaih untuk jalur dekat maupun jauh. Sang raja jalan raya ini memang bak raja di tengah jalan raya, terkadang seenaknya berhenti tanpa memperhatikan pengguna jalan raya lainnya , hal itu terkadang memancing emosi pengguna jalan selain membahayakan keselamatan juga salah satu penyebab macet.

Sebenarnya pemerintah dan dinas perhubungan harus menaruh memperhatiakan lebih dan mesti menggarisbawahi  problema tersebut, penanganannya bisa dengan cara mengurangi perizinan peroperasian pete-pete atau memberi peraturan jelas dan tegas terhadap sopir-sopir nakal pun,  juga  penentuan tarif tidak mestinya dilakukan oleh kelompok tertentu. Tercitptanya makassar sebagai kota dunia sangat dipenaruhi juga oleh sistemtrasportasi yang  aman , nyaman dan terjangkau
 
-----------------------
ST Muthiah Moreira Mahasiswa Komunikasi UMI Makassar