Puisi : Riski Tami Dalam Ungkapan Hati

Penulis : Riski Tami

Semalam tadi aku menangisi hari-hari kemarin..
Yang kulalui banyak dengannya..
Entah karena penyesalan di hati..
Atau terlampau aku membencinya..
Yang Ingin ku meneriaki makian untuk ku sumpah..

Aku membencinya..
Yang datang secara tiba-tiba dan pergi pun dengan tiba-tiba..

Andaikan waktu bisa diputar lagi..
Setidaknya untuk memperbaiki hari..
Aku tak ingin mengenalnya..
Aku tak mau memasukkan dirinya ke dalam hatiku..

Seandainya ini mudah terbaca olehku..
Dari awal mula ku bertemu dengannya..
Akan ku aturkan perasaanku lagi..
Agar tak mudah membuka hati untuknya..
Agar tak mudah kujatuhkan perasaan ini..

Semalaman tadi aku berusaha menutupi kesedihanku..
Memaksa untuk tersenyum..
Tertawa sesuka hatiku..
Awalnya aku bisa..

Tapi pada akhirnya tak bisa kutahan air mata ini..
Aku menangis lagi..
Mengaku bodoh..
Yang terjebak pada kisah cinta yang salah..
Banyak pertanyaan 'mengapa' untukku sendiri..

Tapi aku tak punya jawaban..
Sekarang baru ku sadari..
Hanya diri sendirilah yang akan mengendalikan diri..
Seharusnya aku bisa tak masuk pada kisah ini bila ku mampu mengendalikan perasaan ini..

Tapi ternyata aku lemah..
Aku yang mudah terhipnotis akan kata janji manisnya..
Hingga tak bisa kuhindari lagi..

Seandainya..
Bisa ku atur hari..
Dan meniadakan memori tentangnya..
Mungkin aku tak akan sesakit ini..
Yang mati-matian berusaha melupakan..
Aku ingin membunuh kenangan tanpa ampun..
Biar kurasa lega..

Seandainya..

Publish La Barakka
Share on Google Plus

About bugis warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment