Menelusuri Asal Mula Sebutan Petta Bagi Masyarakat Bugis

Penulis : Usman Al-Khair, Watampone

Petta pada dasarnya adalah  sebutan untuk bangsawan tinggi Bugis, namun muncul pertanyaan kenapa sebenarnya dinamai petta untuk bangsawan tinggi bugis.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, penulis mengajak pembaca untuk menelusuri to manurung (orang yang turun dari langit) yang dianggap sebagai dewa penyelamat, bijaksana dan lainyya oleh masyarakat bugis

Tomanurung dinilai sebagai jelmaan dewa yang turun kebumi melakukan perbaikan saat situasi genting yang dialami masyarakat bugis (sianre bale) pepeangan dan kekacauan.

Dengan munculnya sosok to Manurung yang melakukan perbaikan maka dia dimuliakan dan dijungjung tinggi oleh masyarakat bugis.

Ada budaya masyarakat bugis yaitu membukkukkan badan saat bertemu dengan Petta atau orang yang lebih tua.

Dari dasar diatas penulis mencoba menjawab asal muasal sebutan Petta.

Petta yang menurut hemat penulis berasal dari kata Puangta (Tuhan) dipanggilkan kepada to Manurung dan keturunannya.

Lantas bagaiman Puangta berubah menjadi Petta, jadi hal ini disebabkan beberapa Faktor, yang terjadi dalam kurung waktu yang sangat lama yatu masa penjajahan belanda dimana orang belanda tidak bisa menyebut kata puangta (lidah orang bule) sehingga disebutnya hanya Petta, inilah kata petta lebih populer hingga saat ini.

Wallahu Alam Bisswawwab

La Barakka
Share on Google Plus

About bugis warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment