Pemuda Muhammadiyah Sulsel Angkat Bicara Soal Kemelut PAN Pasca Kongres - V

Bugiswarta.com, Jakarta --  Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan Ridwan Fawallang ikut menanggapi Isu Partai Amanat Nasional (PAN) reformasi yang dilakukan oleh pihak tertentu atas ketidakpuasan terhadap hasil Kongres PAN yang menetapkan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum terpilih pada beberapa waktu lalu di Kendari Sulawesi Tenggara.

Mantan ketua IMM Sulawesi Selatan ini memandang isu PAN dari perspektif berbeda dimana demokrasi melahirkan pilihan pikiran tetapi tak wajib melahirkan Partai Politik (parpol) reformasi karena ia dapat melahirkan kerepotan baru dalam demokrasi parpol. 

“PAN Merupakan amanah reformasi '98  tak elok reformasi melahirkan reformasi. PAN Pembelajar demokrasi bagi parpol pada demokrasi yg lahir dari rahim reformasi. Sejatinya PAN memikirkan sistem demokrasi kepartaian (ilmu parpol)  yg dapat menjadi contoh bagi demokratisasi di tubuh PAN bahkan kemungkinan dapat menjadi contoh bagi parpol lainnya,”terang Ridwan

Dia Mencontohkan misalnya mahkamah Parpol yang bekerja membuat sistem untuk memberikan honoris dan sanksi bagi pengurus parpol dan kader bila melanggar norma dan etika PAN. 

“Termasuk dalam demokrasi memilih ketua di PAN pada semua jenjang struktur pengurus, saya kira ini ide reformatif bagi PAN di masa mendatang sehingga PAN reformasi hanya akal-akalan bagi mereka yang haus kekuasaan di PAN bahkan dapat mencederai marwah Prof Amin Rais sebagai bapak reformasi Indonesia,”urainya 

Hal yang mudah membuat parpol, namun menjaga dan membesarkan yang sulit, maka butuh kehatian-hatian sehingga PAN dapat bertahan dan berdemokrasi tanpa dihinggapi benalu pada tubuhnya. 

“Boleh jadi, tak panjang umur parpol yang hanya mengandalkan figuran dan material. Parpol butuh ideologisasi sebagai ruh dalam berdemokrasi di internal parpol, bisa jadi PAN sedang tidak memiliki ruh itu sehingga timbul kekacauan dan kekecewaan oleh pihak tertentu,’” paparnya

Ideologi itu membutuhkan dukungan dan norma dan etika (asas PAN ) masih berlaku hingga saat ini. Seberapa jauhkan asas tersebut breakdown (induksi) menjadi norma untuk mengatur permusyawaratan (Kongres) PAN oleh pengurus dalam perangkat Kongres baik Pengurus, Panitia dan Steering Committee? Harapan kita PAN Reformasi hanya lahir tahun 1998.

Laporan : Usman

Share on Google Plus

About bugis warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment