Kesira Riau Jenguk Atlet Volly Riska Yang Dirawat Di Jakarta

PEKANBARU - Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Peovinsi Riau yang merupakan sayap partai Gerindra kembali membuktikan kepeduliannya terhadap atlet voli  asal Lipat Kain, Kampar yang menderita tumor ganas.

Pihaknya mulanya mendatangi sekolah Riska di SMA N 1 Lipat Kain selanjutnya ke kediaman Riska, namun ternyata Riska masih berada di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Mendengar kabar tersebut, Kesira langsung mengutus dua orang perwakilannya ke Jakarta, dan tepat pukul 17.00 WIB, perwakilan Kesira sampai di kamar inap Riska.

"Ini merupakan bentuk kepedulian Gerindra melalui Kesira terhadap nilai kemanusiaan," kata Ketua Kesira Riau Ketua Kesira Riau, Marwan Yohanis, Senin, 10 Februari 2020.

Diceritakan Marwan, saat ini dokter yang mengurus Riska mengatakan saat ini pihak rumah sakit sedang berupaya memberikan asupan protein ke tubuh Riska, namun Riska sendiri masih belum bisa beradaptasi dengan makanan di rumah sakit.

"Masih dilakukan perawatan untuk meningkatkan protein, karena dia belum menyesuaikan makanan di rumah sakit, misalnya dikasih daging hanya habis seperempat. Ya maklum lah Orang Sumatera kan makan harus pakai cabe," kata Marwan.

Adapun kondisi Riska saat ini, pembengkakan akibat tumor ganas tersebut sudah pecah dan Kesira memberikan support dan semangat supaya Riska bisa kuat melawan penyakitnya ini.

Marwan sendiri tak banyak menanyakan hal privasi seperti keinginan Riska yang sebelumnya aktif bermain volley, sebab ia khawatir mental Riska akan terganggu.

Sebelumnya, diberitakan Riau Onlin, masa depan atlet voli berbakat andalan sekolah itu kini terancam sirna, sejak tumor ganas menyerang kakinya. Riska Ramadila, begitu nama lengkap siswa kelas III SMAN 1 Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau itu. Namun, semangat dan jiwanya yang berkobar seketika memudar menyisakan harapan yang hanya terbaring lemah.

Semangat gadis berparas cantik itu nyaris sirna karena penyakit yang dia derita tak kujung reda, sementara keterbatasan ekonomi membuat dia dan keluarganya tak banyak harapan.

Sakit yang di derita oleh Riska bermula dari bengkak kecil yang dialaminya usai jatuh ketika bermain bola voli di sekolah pada Juli tahun 2019 silam. Dengan pertimbangan ekonomi, bengkak kecil akibat jatuh itu kemudian diobati melalui pengobatan tradisional.

Namun perkiraan hanya karena bengkak kecil ini salah, karena bengkak pada kaki kanan Riska tersebut semakin besar, hingga menyamai ukuran besar kepala orang dewasa.

Karena alasan ekonomi dan keterbatasan dana, Riska akhirnya dibawa oleh keluarga ke Puskesmas dengan mengandalkan Kartu Indonesia Sehat BPJS Kesehatan, yang kemudian dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Namun untuk pemulihan yang maksimal, Riska kembali harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.

“Pusing kalau harus ke Jakarta, bolak-balik Kampar Kiri saja kami tidak ada biaya,” ungkap Herianto, ayah kandung Riska.

Rilis
Share on Google Plus

About bugis warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment