Legislator Gerindra Sebut Pemotongan Subsidi Pupuk Merugikan Petani


Bugiswarta.com, Jakarta — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Komisi VI Khilmi menyoroti kebijakan pemerintah yang akan memotong subsidi pupuk bagi para petani. hal itu terungkap saat reses di Gresik dan Lamongan (7/1/2020). 

Pihaknya meminta pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan pemotongan subsidi pupuk karena dampaknya sangat luas masyarakat. 

Tidak hanya para petani yang terancam gagal panen,namun juga mengancam program ketahanan pangan yang digaungkan pemerintah.   

“Jadi dampaknya sangat serius, Pemerintah harus menghitung kembali kebijakannya, kalau dasarnya adalah perhitungan BPS, saya kira ada yang kurang tepat,” jelasnya.

Sekarang ini di berbagai daerah, petani sudah menjerit kesulitan mencari pupuk. Kalaupun ada pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal, sehingga sangat memberatkan petani. Daerah-daerah yang selama ini menjadi lumbung pangan bagi Pemerintah, terancam tidak mencapai target panen.

Menurut Khilmi, di Jawa Timur saja pemotongan pupuk sekitar 40 %, jumlah yang sangat besar. Padahal Jawa Timur, seperti halnya Lamongan selama ini dikenal sebagai lumbung pangan yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan pangan.

Petani-petani yang ia temui di daerah-daerah sudah merasa resah dengan rencana pemotongan subsidi. Mereka menyampaikan keluhannya, lantaran tidak mampu untuk membeli pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal.

BUKA JUGA VIDEO INI
Untuk itu pihaknya berencana  akan bertemu dengan kementerian pertanian, untuk menyampaikan keluhan dari para petani. 

“Saya juga akan mempertanyakan dalam rapat-rapat di dpr, minta agar pemerintah meninjau ulang kebijakan pengurangan pupuk,” jelasnya.


LAPORAN : RILIS
EDITOR USMAN
Share on Google Plus

About bugis warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment