Musim Hujan, Andi Mustaman : Makassar Harus Bebas Banjir


BUGISwarta.com, MAKASSAR, – Bakal Calon Walikota Makassar, Andi Mustaman berjanji akan menangani masalah banjir di Kota Makassar jika diberikan amanah memimpin Kota Daeng 2020 mendatang.

Menurutnya, banjir masih menjadi momok menakutkan setiap kali musim penghujan tiba, hal tersebut disebabkan kurangnya daerah resapan air serta tersumbatnya beberapa drainase dan kanal menyebabkan banjir disejumlah daerah bahkan di jalan utama.

“Banjir ini masalah serius yang harus segera ditangani karena merugikan banyak pihak. Jika kami diberikan amanah maka kami akan tuntaskan masalah banjir di Makassar,” tegasnya, Kamis (21/11/2019).

Eks legislator DPRD Sulsel tersebut mengatakan, punya solusi dalam menangani banjir di Kota Makassar.

Pertama, membuat saluran air bawah tanah berupa terowongan yang langsung menuju laut, kedua, memperbanyak daerah resapan air dengan melibatkan partisipasi masyarakat, ketiga, pembersihan sungai, kanal dan drainase, keempat, kesadaran akan kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah disembarang tempat.

“Dibutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat dan pemerintah dalam penangan banjir serta yang paling penting adalah kesadaran masyarakat tentang lingkungan,” ujar Aman sapaan akrab Andi Mustaman.

Kata dia, kondisi saat ini Pemkot belum secara maksimal melibatkan warga dalam mengatasi banjir dan kebijakannya tidak memperhatikan permasalahan dari hulu ke hilir dan pendekatan untuk memperbesar area resapan air tidak maksimal dilakukan.

"Perlu penghijauan kembali hutan kota maupun ruang terbuka hijau dan membuat wilayah tangkapan air, seperti danau. Tujuannya agar semakin banyak air yang terserap tanah. Ini akan meningkatkan cadangan air baku, sekaligus mengurangi debet jumlah air permukaan yang menjadi banjir," tegas Aman

Aman pun akan mendorong program biopori dan sumur resapan kolektif yang semaksimal mungkin, air yang jatuh di tiap lahan harus masukkan ke dalam tanah. Gedung-gedung komersil menjadi sasaran utama, kemudian diikuti oleh kawasan pemukiman penduduk. Selain itu, tiap RT/RW memiliki sumur-sumur resapan sendiri.

"Yang tak kalah penting adalah pembenahan sistem drainase terintegrasi. Selama ini, selain tidak terawat dan dipenuhi sampah, drainase juga tidak terintegrasi secara menyeluruh sehingga air tidak mengalir," tutup Aman.

Share on Google Plus

About bugis warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment