Membaca Arah Gerindra dan Prabowo Pasca Pilpres 2019



Penulis Usman Al-Khair Larampeng Direktur Bidang Pengkajian dan Analisis Data LEKAS (Lembaga Kajian dan Advokasi Lintas Masyarakat) Dok.Bugiswarta.com
Bugiswarta.com, Jakarta -- Mengamati perkembangan politik yang terjadi usai pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 dimana kontestan berdasarkan putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Mahkama Konstitusi (MK) memenangkan Pasangan Jokowi -Ma'ruf.

Usai pemilihan Presiden Manuver dari partai Politik di Koalisi penantang Jokowi Ma'ruf ada yang secara terang-terangan bakal tetap menjadi oposisi di tubuh pemerintah, ada pula yang masih melakukan lobi-lobi agar bisa bergabung dengan koalisi yang dibangun oleh Jokowi- Ma'ruf.

Kemanakah arah politik Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto?.

Jika melihat perkembangan setelahnya Prabowo Subianto sendiri telah melakukan pertemuan dengan Jokowi di Stasium MRT, dan juga telah melakukan pertemuan dengan ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri. ini merupakan langkah yang masih sulit diterima sebahagian kalangan, namun disisi lain pendukung Prabowo Subianto masih mempercayai strategi politik mantan Danjen Kopasus tersebut.

Apakah Prabowo bersama Gerindra akan berbalik mendukung lawanya di Pilpres 2019?

Prabowo Subianto dikenal sebagai nasionalis dan patriotisme sejati, sikap dan kecintaannya kepada negara membuatnya melakukan apa saja demi kepentingan rakyat dan bangsanya dalam jangka waktu yang panjang.

Namun hal yang menarik untuk dicermati pada perayaan 17 Agustus 2019 diamana Prabowo Subianto justru memilih untuk melaksanakan HUT RI - 74 bersama kader-kadernya dan pengurus Gerindra ketimbang ikut di Istana bersama presiden Joko Widodo, lalu apa makna oertemuan Jokowi-megawati yang dilakukannya beberapa waktu lalu?. sementara pada perayaan HUT RI ke 74 di kantor pusat Gerindra Prabowo mengatakan bahwa dirinya bersama Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tidak tunduk pada kekuatan asing manapun.

Hal itu ia sampaikan dengan tegas dihadapan para kader dan ratusan pengurus Partai Gerindra usai menggelar upacara detik-detik Proklamasi Republik Indonesia dihalaman kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra Kelurahan Ragunan Pasar Minggu, 17 Agustus 2019.

Tentu kita bertanya apakah koalisi yang dibangun pemerintah saat ini masih memiliki embel-embel Asing?

Mengutif pernyataan Prabowo Subianto yang disampaikan kepada seluruh kadertnya bahkan disiarkan langsung melalui akun resmi FB Partai pemenang kedua ini tentang sikap dan semangatnya dalam menghadapi beberapa agenda kedepan.

"Partai kita yang kita bangun dengan jerih payah, 10 Tahun lebih kita berjuang dan terus berjuang dan tidak akan pernah luntur atau pun tidak akan pernah surut semangat kita karena kita berada dijalan yang benar, kita berada dijalan penuh kehormatan kita membela Proklamasi yang tadi kita dengarkan bersama," kata Prabowo Subianto disambut tepuk tangan 

Prabowo Subianto kembali menegaskan untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita Proklamasi, pihaknya akan terus memimpin pembelaan terhadap keadilan, kejujuran dan kepentingan rakyat Indonesia.

Bagi Prabowo perjalanan dalam mewujudkan cita-cita Proklamasi belum selesai olehnya itu dia menyinggung akan kembali mengagendakan waktu untuk melakukan koordinasi dalam waktu dekat ini dengan seluruh kader Partai Gerindra.
"Saya memimpin Patriot-patriot Indonesia, saya memimpin putra-putri Indonesia yang setia kepada negara dan bangsa, dan tidak akan tunduk pada kekuatan asing manapun,"tegasnya

Rakyat masih menanti bagaimana kedepannya, termasuk kebijakan-kebijakan Jokowi yang dikeluarkan belakangan ini.


Share on Google Plus

About bugis warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment