NCID : Gerindra Jadi Oposisi Atau Gabung Pemerintah Tetap Menguntungkan -->
Cari Berita

NCID : Gerindra Jadi Oposisi Atau Gabung Pemerintah Tetap Menguntungkan

Bugiswarta.com, Jakarta -- Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, Banyak pihak yang saat ini mendorong agar oposisi di parlemen masih ada dengan alasan baik demi demokrasi, hal ini termasuk juga dilakukan oleh partai koalisi pendukung Jokowi yang menginginkan tetap adanya oposisi, meskipun disatu sisi dapat diartikan sikap dari partai pendukung Jokowi ini tidak lebih dari kekhawatiran kehadiran Gerindra akan mengancam posisinya dalam koalisi.

“Lemahnya nilai jual oposisi diakibatkan sikap politik partai oposisi itu sendiri yang cenderung hanya sebatas memberikan kritik kosong tanpa dibarengi tindakan, sehingga fungsinya sebagai chek and balance tidak berjalan secara maksimal, untuk itu jika ingin tetap menginginkan adanya oposisi di parlemen sebaiknya partai politik mulai mengevaluasi diri terutama dari hasil kinerjanya pada periode yang lalu”,tutur Jajat.

Jajat menilai, Partai Gerindra saat ini menjadi satu-satunya partai politik yang memiliki nilai jual politik tinggi. Pasalnya, dengan posisinya saat ini sebagai partai kedua terbesar menjadikannya berada dalam situasi yang menguntungkan, jika bergabung dengan pemerintah sudah barang tentu tawaran kursi menteri dengan jumlah yang tidak sedikit, justru disinilah kekhawatiran sesungguhnya dari partai koalisi pendukung Jokowi, karena dengan kehadiran Gerindra, bisa menjadi ancaman dalam pembagian jatah kursi,   sementara itu jika mengambil oposisi bagi dengan raihan kursi di parlemen sebagai partai kedua terbesar bisa menjadi leader oposisi, ini lah yang membuat posisi Gerindra nilai tukar politik nya lebih seksi di banding partai lain.

“Dinamika politik yang belum ada kejelasan ini membuat situasinya tidak menentu, sehingga memunculkan berbagai spekulasi, namun sekali lagi yang harus di sikapi baik menjadi oposisi maupun pendukung pemerintah harus ditunjukan dengan tindakan nyata, karena dalam posisi sekarang rakyat sudah pintar dalam menilai mana partai yang sebatas memberikan kritik kosong atau partai yang benar-benar menyuarakan kepentingan rakyat”,tutup Jajat.