Selalu Gagal Ungkap Kasus Teror, NCID : Jokowi Harus Evaluasi Kinerja Kapolri

Bugiswarta.com, Jakarta -- Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, Jabatan Kapolri Tito Karnavian menjadi pertaruhan dalam mengungkap pelaku teror terhadap teror bom terhadap pimpinan KPK Agus Rahardjo dan di rumah Wakil Ketua KPK Laode M.Syarif .

Pasalnya, sepanjang terjadi kasus teror bom terhadap pejabat negara dan politisi terjadi, pihak kepolisian selalu gagal mengungkap pelakuknya, hal ini pula yang akan menjadi catatan penting bagi Jokowi dalam menghadapi debat pilpres pertama dengan tema Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme.

“Teror bom molotov sebelumnya juga pernah menimpa politikus PKS Mardani Ali Sera, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan siapa pelakunya, jika hal ini terus di diamkan oleh Jokowi, maka akan menjadi catatan buruk bagi pemerintahannya yang dianggap gagal dalam penegakan hukum,” tegas Jajat.

Jajat menambahkan, sebagai petahana banyak keunggulan yang bisa dijadikan materi kampanye, akan tetapi kasus teror bom kali ini justru terjadi pada masa kampanye dan ini sangat tidak menguntungkan, mengingat pihak kepolisian yang selalu kesulitan mengungkap pelakunya saya kira sepatutnya Jokowi harus mengevaluasi kinerja Kapolri, karena ini permasalahan yang serius yang dapat menimpa siapa saja.
“Efek dari acara debat nanti sangat besar, bagi seorang petahana dengan kondisi seperti saat ini tentu akan sulit untuk menghindari serangan dari kubu lawan, untuk itu langkah apapun dari pemerintah atas berbagai kasus hukum yang terjadi akan menjadi sorotan publik, jika tidak ingin dipermalukan sebaiknya Jokowi tidak tinggal diam dan segera mengambil keputusan cepat untuk mencari solusi permasalahan ini”, tutup Jajat.
Share on Google Plus

About bugis warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment