Sandiaga Tawarkan Program Swasembada ke Pon-Pes Annur 2 Bulu Lawang

Bugiswarta.com, Malang — Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno melanjutkan perjalanan menyerap aspirasi  masyarakat dengan mengunjungi Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murthado di Bululawang, Malang Jawa Timur, Pimpinan Kyai Zein, Rabu (5/12/2018). 

Sandi  agak kaget melihat Pimpinan pesantren semuda Kyai Zen. Masih muda namun sudah memimpin pesantren “Ini Kyai Milenial,” terang Sandi. 

Berbeda dengan pesantren NU lainnya, Ponpes ini lebih dominan warna biru, ketika ditanya kenapa dicat Biru bukan hijau, Kyai Zen menjawab, “Warna Arema Satu Jiwa pak,” ucap sang Kyai. 

Diterima dengan hangat, Sandi ditanya, apa yang menjadi programnya untuk pesantren. kyai Zen bertanya apa program Sandi untuk pesantren,  In Shaa Allah akan kita ciptakan santripreuneur. Santri yang dididik untuk menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja, selain tentu partai koalisi kami mendorong pengesahan UU Pesantren,” terang Sandi. 

Dalam perjalanannya menyerap aspirasi, Sandi juga sempat  melihat beberapa  pesantren mampu mandiri dengan memenuhi kebutuhan hidup para santrinya memanfaatkan lahan yang ada. Dari sayur mayur, ikan, tebu hingga air. 

Calon wakil gubernur nomor urut 02 ini menyatakan jika dikelola dengan baik, Indonesia juga bisa seperti pesentren-pesantren lainnya di Indonesia yang mengelola sendiri kebutuhan pokoknya. Bahkan mengurus airmya sendiri. Contoh yang baik ini bisa ditiru dalam mengelola negara. 

“Mereka tidak bergantung pada fluktuasi harga di luar. Kami, Prabowo Subianto dan Sandi Uno, ingin bangsa ini bisa berdiri sendiri, tidak tergantung pada orang luar. Bangsa ini kaya dan melimpah bukan hanya sumber daya alam, tapi juga tenaga kerjanya. Tahun 2020 kita akan mendapatkan  bonus demografi, jika ini tidak dibenahi sekarang, bangsa ini hanya akan jadi penonton bukan pemain,” papar Sandi. 

Jadi selain swasembada pangan dan air,  ada satu lagi yang bisa dikelola dengan baik oleh pesantren, yakni enerji altrenatif. Seperti enerji surya. 
“Jadi malam menggunakan PLN, siang menyimpan  listrik. Jika sudah terpenuhi enerji di pesantren, kelebihan tenaganya akan diberikan kepada masyarakat sekitar, ini esensi Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam yang memberikan berkah pada semesta alam,” tutup Sandiaga.
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.