Wakil Bupati Bone : Seandainya Saya Tidak Dilarang Demo Maka Saya Ikut Demo

Ambo Dalle, Saat menemui Puluhan Tenaga Honorer Guru K2 di Ruang Kerjanya.
BUGISWARTA.com, BONE---Menerima kedatangan puluhun Tenaga Honorer Guru K2 di ruang kerjanya jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle memberikan suport kepada seluruh tenaga honorer guru K2 untuk tetetap melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pengajar. Senin 22 Oktober 2018.

Ambo Dalle menyampaikan banyak sekolah di Kabupaten Bone yang diisi oleh tenaga Honorer, Bahkan Kata Ambo Dalle, ada sekolah yang hanya Kepala Sekolah berstatus PNS.

"Jika kita tidak dibantu oleh tenaga Honorer, maka kemungkinan ada sekolah yang bisa bubar itu sebagai gambarannya, 5 tahun ada hampir seribu yang pensiun dan pertahunnya mencapai seratus, kalau Formasi pusat hanya menerima 100 maka itu tidak akan cukup, maka ini penting untuk didengar langsung oleh Wakil kita di pusat," kata Ambo Dalle.

Ambo Dalle Melanjutkan, jika para guru honorer K2 ingin menunjukkan solidaritasnya bisa saja untuk melakukan aksi demo, namun jangan melakukan mogok mengajar, karena yang akan dirugikan adalah masyarakat.

"Andaikata saya tidak dilarang untuk Demo, saya juga akan ikut Demo untuk memperjuangkan nasib kita semua, saya hanya menyalurkan aspirasi saya agar mereka dengar apa yang menghantui kita, karena sudah puluhan tahun kita mengabdi semua," Lanjutnya.

Sebulumnya, Puluhan Guru tenaga Honorer K2 mendatangi Ruangan Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle, Kedatangan Guru Honerer K2 di ruang Wakil Bupati untuk memenuhi panggilan, selain itu juga untuk menyampaikan tuntutan Honorer K2 yang belum mendapat kepastian.

"Jadi kedatangan kami disini, memang diundang oleh wakil bupati bone, untuk mebcarakan bagaimana solusinya terhadap teman teman guru honor yang ada di bone yang tidak tahu bagaimana nasibnya kedepan," Kata Andi Arpinas Ketua Ikatan Guru Honorer Indonesia (IGHI) Bone.

Arpinas Melanjutkan, guru Honor yang ada di Kabupaten Bone sudah mogok kerja dari tanggal 15 hingga sampai 31 oktober mendatang, namuan Kata Arpinas, apabila tidak ada solusi yang ditemukan maka Honorer K2 tetap akan melanjutkan aksi mogok mengajar.

"Meski sebenarnya dengan aksi mogok mengajar ini merugikan banyak pihak termasuk siswa tapi itu adalah resiko yang harus kita tanggung bersama," Lanjutnya.(SHR-BW)
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.