NCID Warning IMF-World Bank Jangan Hasilkan Kesepakatan yang Merugikan RI

Bugiswarta.com, Jakarta — Direktur Nurjaman Center Indonesia Demokrasi (NCID) Jajat Nurjaman mengingatkan krisis pada tahun 1998, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari intervensi International Moneter Fund (IMF) ke Indonesia. Janganlah hal pertemuan saat di Bali nyatanya ada udang dibalik batu. 

“Publik mewanti-wanti Pemerintah Jokowi perlu ingat historis buruk antara IMF dengan Indonesia, janganlah Indonesia setelah terlepas dari utang IMF pada era SBY, saat ini masuk kedalam lubang yang sama apalagi saat ini memang secara fakta perekonomian Indonesia sedang tidak stabil perlu dibantu”, kata Jajat 

Jajat membeberkan, Pemerintah Jokowi pun perlu mem[elajari track record  IMF, bahwa tidak ada negara yang sukses atau negaranya sejahtera jika negara tersebut bekerja sama dengan IMF. IMF hanya datang untuk mecengkram kemandirian bangsa Indonesia, dalih berjanji membantu tetapi selalu membuat syarat-syarat mengintervensi perekonomian internal hingga sulit untuk Indonesia berdaulat.

“Oleh karena itu masyarakat mengingatkan pidato Jokowi yang heroik saat membuka Konfrensi Asia Afrika di JCC Senayan tahun 2015 lalu.  yang mengatakan persoalan ekonomi dunia hanya bisa diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF (International Monetary Fund), dan ADB (Asian Development Bank) adalah pandangan usang yang perlu dibuang, publik berharap Jokowi konsisten menyampaikan hal tersebut di forum AM IMF di Bali nanti dan meminimalisir anggaran untuk menjamu para tamu dari IMF karena tidak etis jika pertemuan tersebut bermewah-mewahan sementara NTB dan Sulteng sedang membutuhkan uluran tangan Pemerintah ”, tutup Jajat

Usman
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.