Jurnalis Bone Bersama Masyarakat 'Patungan' Biayai Korban Gempa dan Tsunami Sulteng di RS Hapsah

Pemberian Sumbangan Ke Tety Karyati di Rumah Sakit Hapsah Bone
BUGISWARTA.com, BONE---Soerang Ibu rumah tangga, Tety Karyati Pengungsi Korban gempa dan Tsunami Sulteng usai melakukan Rawat inap di Rumah Sakit Hapsah selama 5 hari, namun ironisnya Pihak BPJS Bone tidak menanggung biaya perawatan korban, hingga korban kebingungan untuk melunasi baiaya administrasi sebesar 4.392.630 Rupiah. Jum'at 12 Oktober 2018.

Setelah mengetahui hal tersebut, Jurnalist Bone bersama Masyarakat Peduli Eksodus melakukan penggelangan dana guna menyelesaikan administrasi hingga korban yang dirawat bisa keluar dan melakukan perawatan diluar rumah sakit.

Gunawan, Kerabat korban yang ditemui di Rumah Sakit Hapsah menyampaikan, korban sempat kebingungan untuk membayar biaya administrasi yang mencapai 4 jutaan, karena kata Gunawan kondisi Tety belum sepenuhnya puli, namun melihat besarnya biaya yang harus ditanggung terpaksa korban di keluarkan.

"kita bingung karena biaya perawatan mencapai 4 juta jadi rencana kita akan keluarkan, biar kita lakukan perawatan di tempat istrahat, apalagi BPJS juga tidak bisa menanggung biayanya,"kat Gunawan

Ia menambahkan, Setelah keluar dari rumah Sakit, dirinya bersama dengan kerabat lainnya akan menyewa rumah untuk ditempati istrahat, sembari menyembuhkan lengan korban yang patah.

Sementara itu, Rusmin Igho mengatakan kita baru mengetahui kalau ada  Pasien (Tety Karyati -Red) kewalahan menyelesaikan biaya administrasi perawatan dirumah sakit Hapsah, jadi kata igho sejumlah jurnalist dan Masyarakat peduli Eksodus langsung menghubugi kerbat terdekat guna berpartisipasi dan meringankan beban saudara kita.

"kami mendapatkan informasi kalau Tety Karyati kewalahan menyelesaikan biaya Rumah sakitnya, sehingga jurnalis Bone bersama Masyarakat Peduli Eksodus langsung melakukan upaya, hal ini sebagai wujud kepedulian kita kepada sesama saudara," Kata Igho.

Igho bersyukur, karena upaya yang dilakukan menuai hasil, sehingga korban bisa keluar dari Rumah Sakit tanpa memikirkan biayanya.

"Setelah kita menyelesaikan sangkutan korban di pihak Rumah Sakit, Alhamdulillah masih ada dana yang tersiasa sebesar 810.000, dan langsung kita serahkan ke Korban,"Tambahnya.(SHR-BW)
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.