BPI Minta Jokowi Ngaca Sebelum Gunakan Istilah Akhiri Politik Kebohongan

Bugiswarta.com, JAKARTA, - Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha meminta Calon Presiden petahana, Joko Widodo untuk meninjau kembali sebelum mengeluarkan pernyataan 'Akhiri Politik Kebohongan' yang seolah dialamatan kepada orang lain.

Pernyataan kontroversial akhiri politik kebohongan segera diakhiri. Hal itu, Ia lontarkan saat pidato di puncak perayaan hari ulang tahun Partai Golkar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat (Ahad, 21/10/2018) kemarin.

Direktur BPI Panji mengaku heran dengan pernyataan tersebut. Ia menilai, justru yang identik dengan 'politik kebohongan' adalah kubu Jokowi sendiri.

"Alih-alih mengingatkan orang lain, publik justru menilai politik bohong itu kerap kali dilakukan oleh kubu Jokowi soal obral janji buy back indosat, rupiah akan menguat dan janji-janji kampanye yang tidak terealisasi di waktu 4 tahun kepemimpinan Jokowi" tuturnya.

Panji menilai, Jokowi tidak sadar bahwa pernyataan tersebut diibaratkan menepuk air didulang terpercik muka sendiri, jadi jika saat ini Jokowi menghimbau dalam Pemilu 2019 untuk tidak melakukan politik kebohongan sebaiknya Jokowi tak perlu mengeluarkan janji-janji terbaru untuk meraih simpati masyarakat di Pilpres 2019.
"Banyak pernyataan kontroversial pemerintah yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan atau kejadian sebenarnya. Dua contoh terakhir pernyataan tumpang tindih izin soal proyek Meikarta dan akuisisi PT Freeport nyatanya belum terealisasi,  jadi publik mengingatkan sebaiknya Jokowi memberikan contoh perilaku yang tidak masuk kategori politik kebohongan tersebut sebelum menyatakan komentar," tandas Panji.(*)
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.