Peran Agent of Change Mahasiswa, diambil Alih Emak-Emak

Bugiswarta.com, Jakarta – Peran kritis mahasiswa yang dulunya memberikan pembelaan kepada masyarakat yang tertindas, masyarakat yang mengalami ketidakadilan penguasa kini ciut, justru peran pergerakan mahasiswa tersebut diambil alih oleh emak-emak.

Hal itu disampaikan salah satu ibu rumah tangga asal Jakarta Selatan Diana kepada bugiswarta.com, Selasa 28 Agustus 2018.

“21 tahun yang lalu dibangsa ini jika melihat sikap penguasa yang otoriter dan bertangan besi, Mahasiswa dan para generasi muda menjadi baris terdepan dalam melakukan aksi protes dan pergerakkan di jalanan,” Cerita Diana merindukan gerakan Mahasiswa.

Tetapi, kali ini peran generasi muda dan Mahasiswa sebagai agen perubahan sudah mulai pudar seperti ditelan bumi. Mahasiswa dan generasi muda saat ini lebih suka dengan dunia gemerlap hedonis dan kehidupan malam, tidak lagi ada suara dan sikap kritis.

“Peran Mahasiswa sebagai kaum pergerakkan mulai digantikan oleh emak-emak. Emak-emak pada saat ini lebih berani turun ke jalan menyuarakan aksi protes terhadap penguasa dan aparat,” bebernya.

Perubahan Mahasiswa menjadi ‘anak manis’ ini memang benar-benar terlihat dan dirasakan sekarang, terutama 4 tahun belakangan ini.
“Sekarang banyak kita jumpai emak-emak yang turun ke jalan dengan gigih dan berani dalam memperjuangkan haknya. Menjadi tanda tanya besar kenapa Mahasiswa sekarang tidak mau turun ke jalan? Apakah karena sifat Mahasiswa saat ini yang sudah tidak peduli lagi dengan masalah sosial di sekitarnya?,” ujarnya
“Atau memang karena emak-emak yang merasakan beratnya beban hidup sehari-hari, dimana harga berbagai kebutuhan pokok semakin naik,”Tambahnya

Usman

Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.