Rupiah Anjlok, Jokowi Pertimbangkan Yuan Jadi Solusi di Sorot

Bugiswarta.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, anjloknya rupiah ke Rp. 14.200 /Dollar As merupakan bukti jika Pemerintah Jokowi tidak mampu mengelola perekonomian Indonesia dengan baik. Karena jika rupiah terus anjlok ke angka Rp. 15.000/Dollar AS akan berpotensi krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia.

“Jokowi harus berpikir keras mencari solusi akan terhindar dari masalah ekonomi yang akan semakin besar, dan pada waktu tahun 2016 Jokowi sempat menangapi soal terpuruknya rupiah terhadap Dollar AS bukan merupakan tolak ukur yang tepat, karena perdagangan Indonesia lebih besar dengan Tiongkok, maka relevannya Rupiah berpacuan dengan Yuan Tiongkok, jika hal tersebut merupakan solusi taktis mengapa Jokowi tidak menggunakan mata uang Yuan saja?”, tutur Panji Jakarta, 24 Mei 2018 .

Panji menambahkan, jika dengan acuan Yuan Tiongkok merupakan solusi yang relevan untuk persoalan anjloknya rupiah, seharusnya Jokowi dapat mempertimbangkan lagi soal statement yang pernah dilontarkan tersebut dalam wujud realiasi kebijakan, karena jika tidak ada kebijakan terobosan baru untuk menghalau terpuruknya rupiah terhadap Dollar AS, maka hal tersebut akan dicap oleh publik sebagai kegagalan rezim.

“Publik menunggu pernyataan resmi dari Presiden soal  kondisi rupiah yang kian terpuruk terhadap Dollar AS, agar publik merasa tenang dan tidak khawatir dengan persoalan tersebut, khususnya para wiraswasta yang hingga kini masih harap-harap cemas melihat perekonomian Indonesia yang terpuruk”. Tutup Panji.
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.