BPI : Impor Lagi Beras, Publik Cap Jokowi Presiden Impor

Bugiswarta.com, Jakarta  - Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, kebijakan Pemerintah Jokowi melalui Kemendag mendapat protes keras publik. Pasalnya kebijakan impor 500.000 ton beras di masa panen petani hanya akan merugikan para petani disaat panen raya dan disaat stok beras lokal surplus. 

“Dengan kebijakan ini Pemerintah Jokowi telah melakukan impor beras 1 juta ton dari awal tahun ini, publik jelas protes saat panen raya dan stok surplus kok impor, atas dasar apa pemerintah membuka keran impor ?, jelas jika seperti ini  banyak masyarakat mencap Jokowi sebagai Presiden Impor”, tutur Panji Jakarta, 21 Mei 2018

Panji menambahkan, Heran dengan kebijakan impor terus menerus dari pemerintah Jokowi, seolah Pemerintahan Jokowi saat ini tidak mampu berpikir mencari solusi terbaik selain impor, apakah dengan kebijakan ini publik semakin dipertontonkan ketidakmampuan pemerintah mengurua negara khususnya dibidang pertanian. 

“Wajar kritikan terus menerus muncul dari publik soal kebijakan impor tersebut, karena bukan hanya kebijakan tersebut tidak tepat akan tetapi kebijakan impor beras pula bisa berdampak secara makro sebab april 2018 saja perdagangan Indonesia defisit hingga 22 triliun, dan disisi lain kebijakan tersebut jelas tidak berpihak kepada rakyat”, tutup Panji 

Usman
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.