Kemunculan Bayi dirumah Sawah di Watu Ibarat To Manurung

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Ahmad Rosma menggendong bayi yang ditemukan dirumah sawah/Mansur
Bugiswarta.com, Soppeng -- Jika dizaman dahulu kemunculan bayi secara tiba-tiba hal itu dianggap sebagai titisan Palantoe penguasa langit yang kelak akan menjadi pemimpin diwilayah tersebut atau biasa disebut dengan to Manurung.
Namun cerita itu hanyalah sebuah cerita rakyat yang menjadi warisan dari generasi-ke generasi, lantaran kemunculan bayi-bayi di Zaman Now adalah bentuk ketidak adanya pertanggungjawaban dari kedua orangtuanya.

Hal itulah yang dialami bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di sebuah rumah sawah di Walattasi Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Selasa (27/2/18)

informasi yang dihimpun bugiswarta.com salah satu saksi mata warga Desa Marioriaja Hendra (15), Singga buang air kecil dipinggir jalan dan tiba-tiba mendengar suara tangisan bayi disebuah rumah sawah.

Karena penasaran Hendra mendatangi rumah sawah tersebut dan menemukan bayi tanpa ditemani siapa pun sehingga dirinya memanggil warga sekitar untuk hingga akhirnya ke pustu Cennae.

"Ia mendengarkan suara tangisan bayi di sebuah rumah sawah dan memanggil warga setempat," ujarnya

Sementara Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP. Ahmad Rosma saat di temui di ruang kerjanya kepada Bugiswarta.com, membenarkan adanya penemuan bayi di daerah Desa Watu, di temukan oleh warga dari Desa Marioriaja.

"Kami masih dalami dan telusuri mirip dari kejadian ini, kondisi bayi sehat setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Latemmamala," ungkap AKP. Rosma

Ia juga menambahkan bayi yang ditemukan masih dalam keadaan wangi dan kemungkinan baru di tinggalkan oleh orang tuanya. "Untuk identifikasi pelaku di perkirakan tidak jauh dari TKP," tuturnya

Mansur/Usman
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.