Blusukan Utamakan Pencitraan, NCID : Jokowi Tidak Peka Permasalahan Rakyat.

Foto/Internet
Bugiswarta.com, Jakarta -- Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, ada kejanggalan dari cara yang dilakukan Presiden Jokowi dalam menangani permasalahan kematian puluhan anak suku asmat di Papua. Pasalnya, jika masalah peresmian yang bersifat pencitraan Presiden rela sampai naik motor untuk mendatangi lokasi, namun dalam keadaan genting seperti ini yang menyangkut rakyat kecil Jokowi hanya sebatas mendesak para pihak terkait untuk menangani dengan dalih medannya susah.

“Permasalahan gizi buruk hingga menyebabkan kematian merupakan permasalahan serius yang menunjukan adanya kelalaian dari pemerintah baik daerah maupun pusat, karena dengan jumlah korban hingga puluhan jiwa saya kira sangat aneh pemerintah tidak mampu mendeteksi sejak awal adanya kejadian tersebut”, tutur Jajat

Menurut Jajat, sebagai kepala negara yang dikenal rajin blusukan ke berbagai daerah ternyata Jokowi tidak peka terhadap permasalahan genting di masyarakat, dari kejadian ini nampak jelas jika kunjungan yang dilakukan Presiden ke Papua selama ini hanya sebatas liburan bukan kunjungan kerja. Bahkan jika demi pencitraan apapun akan dilakukan termasuk pamer kegiatan naik motor dengan jajaran pejabat lainnya dan tidak pernah terdengar keluhan mengenai medanya sulit atau hal lain.

“Blusukan tidak berdampak kepada rakyat, fakta kematian anak-anak suku  asmat hingga 61 orang membuktikan selama ini blusukan Jokowi hanya untuk pencitraan, ini juga memberikan gambaran jelas bagaimana sebetulnya kinerja pemerintahan Jokowi-JK karena apapun ceritanya pemerintah dalam hal ini sudah terbukti lalai”,tutup Jajat.

Usman
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.