Kawasan IPR Desa Lampoko Tidak Produktif, Kadis Peternakan Harap Ada Bantuan dari APBD


BUGISWARTA.com, Bone -- Kawasan Instalasi Perbibitan Rakyat (IPR) yang berlokasi di Kecamatan Barebbo, merupakan lahan Pemerintah Kabupaten Bone yang dikelola Dinas Peternakan tidak maksimal pendayagunaannya.

Lahan dengan luas 10 hektar yang bersumber dari dana APBN dan APBD ternyata hingga saat ini tak produktif bahkan terdapat dua bangunan dan dua alat berat yang pengadaannya sejak tahun 2010-2011 hanya menjadi pajangan saja.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, kawasan Instalasi Perbibitan Rakyat(IPR) di Lampoko sudah tidak berjalan, karena anggaran yang bersumber dari APBN telah dihentikan.

Saat dikonfirmasi ke dinas terkait (Senin, 5 Juni 2017) Drh. H. Aris Handono selaku Kepala Dinas Peternakan mengatakan, "inilah yg menjadi problem kami karena kami tidak punya anggaran dan tidak dianggarkan yang cukup untuk menata dan membiayai, sehingga kami tidak bisa memaksimalkan, kenapa? ya karena anggaran yang diperuntukkan disana (IPR) sangat minim," paparnya.

Lanjut Aris Handono, kata dia, contoh: pengadaan pakan, pengelolaan dan penyiangan rumput cuma Rp. 3.000.000 per-tahun begitu juga pembelian dedak untuk makan sapi hanya 2.000.000 per-tahun. Jika kegiatan APBN juga dikelola APBD jelas kami kewalahan, di sini (kantor) saja kami pas-pasan, jelasnya.

Aris Handono menambahkan sebenarnya pihak kami sudah berkali-kali meminta bantuan ke Pemerintah (Bupati Bone) agar anggaran Dinas Peternakan di tambahkan, namun hingga saat ini tidak terealisasi. Andai ada dukungan dari APBD, kami akan maksimalkan kembali.

"Kami tahu itu adalah tanggung jawab dinas terkait tapi kami mau berbuat apa jika faktor utama yaitu anggaran pas-pasan, tentu kami tidak bisa paksa diri," kata Aris Handono mengakhiri komentarnya.

ANDI IDA FARIDA/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.