Membaca Membuatmu Lebih Baik, Ini Empat Alasannya



Jika kamu suka sekali dengan buku dan punya hobi membaca, bersyukurlah, karena artikel berikut bisa jadi adalah kabar terbaik yang akan kamu ketahui hari ini. Penelitian terbaru menemukan bahwa membaca membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.

Para peneliti asal Kingston University, London, bertanya pada 123 partisipan seberapa banyak mereka membaca buku, bermain dan nonton TV. Setelah menjalani tes skill interpersonal, peneliti menemukan bahwa mereka yang membaca novel romantis dan drama menunjukkan rasa empati yang lebih tinggi, dan mereka yang membaca fiksi punya pikiran positif dan social skill tinggi.

Sebaliknya, mereka yang terlalu sering nonton TV punya rasa empati yang rendah dan kurang ramah. Ini bukan pertama kalinya penelitian ilmiah menemukan manfaat baik membaca. Ini empat kebaikan lain yang akan kamu dapat jika rajin membaca buku.

1. Membuatmu paham perasaan orang lain
Penelitian tahun 2013 yang diterbitkan dalam jurnal Science menemukan bahwa membaca mampu meningkatkan kemampuan memahami perasan dan pemikiran orang lain. Tapi peneliti juga mengatakan, apa yang kamu baca menentukan apa yang kamu rasakan. Mereka yang membaca literatur fiksi punya pikiran yang lebih fleksibel, dan mampu menginterpretasikan perasan dan pikiran lebih luas.

2. Melepas stres
Menurut penelitian tahun 2009 dari University of Sussex, ketika kamu duduk dan tenggelam dalam imajinasi dan bentuk pikiranmu sendiri saat membaca buku, hanya butuh 6 menit saja untuk melupakan masalah dan kekhawatiran yang kamu rasakan. Dibandingkan bentuk relaksasi lain seperti jalan-jalan, minum teh, main game dan mendengar musik, membaca buku bisa menurunkan tingkat stres lebih tinggi, yaitu sebesar 68%.

3. Meningkatkan kesehatan fisik dan mental
Penelitian yang dilakukan di University of Liverpool, UK, menemukan bahwa membaca buku mampu menurunkan tingkat depresi dan meningkatkan kepercayaan diri. Percobaan dilakukan pada partisipan depresi dan meminta mereka membaca buku selama 12 bulan. Hasilnya, kesehatan mental mereka jadi lebih baik, bahkan meningkatkan konsentrasi.

4. Memberi latihan baik untuk otak
Berdasarkan penelitian tahun 2013 yang dilakukan Rush University Medical Center, orang-orang yang rajin melakukan aktivitas otak seperti membaca dan menulis cenderung punya ingatan kuat bahkan saat usia mereka sudah tua. Peneliti menemukan bahwa rajin baca buku dan menulis bisa menurunkan kemungkinan demensia hingga 32%.

Jadi, jika kamu suka buku, rajin baca buku, rajin menulis diary atau bahkan bekerja sebagai penulis, kemungkinan besar kamu akan punya otak lebih sehat hingga tua nanti.

MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.