Sere Api Bissu, diperagakan Saat Mallangi Arajang Lompengeng Soppeng

Bissu Ecce Tang Menari diatas Bara Api saat Mallangi Arangan Lompengeng Soppeng Sulawesi Selatan (istmewa)

SOPPENG, Bugiswarta.com -- Ritual adat Kerajaan Lompengeng Soppeng "Mallangi Arajang Lompengeng" berlangsung selama empat hari sejak Selasa, 26 April – Jum'at 29 April 2016 di kelurahan Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Soppeng.

Ritual Ade'Toriolo Soppeng ini dirangkai dengan acara Mappadendang, Mallangi Arajang, menyuci benda pusaka, dan ritual memanggil para leluhur dari empat penjuru mata angin, melaui serangkaian doa'.  Selain itu, juga ditampilkan Matteddu Arajang dan Mallekke Uwai yang dilakukan oleh beberapa orang Bissu.

Tokoh adat Cabbenge, A. Sarimin menyampaikan bahwa acara ini hendak diusulkan untuk masuk dalam agenda pariwisata kabupaten Soppeng, agar ritual ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya. Hal ini sesuai dengan misi pemerintah kabupaten Soppeng untuk melestarikan produk kebudayaan Soppeng.

"ini sudah 15 tahun baru dirayakan lagi," terang A. Sarimin kepada wartawan Jum'at (29/4).

Mattompang Arajang atau ritual menyuci benda pusaka kerajaan Soppeng, adalah agenda utama pada acara Mallaringi Arajange Lompengeng. Prosesi pembersihan pusaka ini dilakukan dengan menggunakan potongan dan perasan jeruk nipis sembari diiringi tarian adat dengan aneka sajian makanan dan sebuah kepala kerbau yang diletakkan pada wadah khusus yang terbuat dari bambu terbungkus kain putih.

Dalam prosesi tersebut, Bissu Becce Tang tampak berjalan diatas kobaran api lalu memadamkannya dengan menggunakan kaki telanjang. Api tersebut berasal dari bongkahan-bongkahan batok dan kulit kelapa.‎

Hadir dalam acara ritual Mallangi Arajang Lompengeng bupati Soppeng, A.Kaswadi Razak didampingi tenaga ahli Pemkab Soppeng Nurmal Idrus, tokoh adat Cabbenge, Kabag Humas Pemkab Soppeng Ilham, Bissu Soppeng, serta masyarakat kelurahan Cabbenge yang datang menyaksikan berbagai macam tarian serta atraksi Mappadendang.

Bupati Soppeng yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pemerintah daerah akan berupaya untuk melestarikan ritual yang dilakukan saat ini. "Sementara kita telusuri dan kita pertahankan karena ada bukti fisik," ucapnya.
 
Kaswadi menambahkan, bahwa ini merupakan pertanda, dan akan membuat satu perencanaan untuk melestarikan budaya di Soppeng. "Soppeng kerajaan kembar, satu kesatuan yang tidak terpisahkan," lanjutnya.

Pesan bupati soppeng A.Kaswadi Razak soppeng tidak teradopsi dengan suku lain soppeng merupakan kerajaan tertunda di bumi ini.

(*)‎

Share on Google Plus

About bugis warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment