Cerita Rakyat : Kisah Lamellong dan 100 Orang Buta

WATAMPONE,BW - La Mellong atau yang di gelar Kajao Laliddong adalah penasehat Raja Bone ke 6 dan ke 7 yang terkenal kecerdasan dan kebijaksanaannya . Sebagian kisah tentang kecerdikannya menjadi cerita rakyat di Bone secara turun temurun. saya sebagai orang Bone melewati masa kecil dengan cerita rakyat ini mencoba melakukan reproduksi ulang semampu ingatan saya.
Alkisah, Karena terkenal akan kepandaian menjawab teka-teki, La Mellong dipanggil menghadap oleh sang raja Bone, untuk diberikan suatu pekerjaan yang amat mustahil untuk dilakukan.
Sesampainya di kerajaan dan bertemu sang raja, diberikanlah tugas itu kepada La mellong.
Raja bone: Oh.... Lamellong, muisseng mua ga aganwollirekki  lao ko mai, ? (wahai lamellong tahu kah engkau apa gerangan  saya memanggilmu menghadap saya di istana? )
Lamellong : Iyee taddapnegang ata'na petta, degaga padissengekku puang aga diollirangga ? ( Maaf Baginda, tidak ada pengetahuan saya, tentang apa tujuan saya dipanggil )
Raja bone : engka jamang maelo walakko lamellong ( ada pakerjaaan yang akan ku berikan kepadamu lamellong )
Lamellong : Agaro jamang maelo ta ssuroang puang ? ( Pekerjaan apakah yang hendak hamba lakukan tuanku ? ) 
Raja bone : melokka di sappareng tau uta 100 tau ri lalenna siweniie ri seddie kampong ( carikan saya 100 orang buta dalam se malam di satu kampung
Lamellong : iye puang  ( dengan terperangah lamellong pulang ke rumahnya merenung )
Dengan tugas yang sedemikian beratnya itu lamellong pun mulai berpikir keras akan tuganya yang di berikan baginda ke padanya...Bukanlah LAMELLONG namanya kalau dia kehabisan akal sampai-sampai seseorang di tanah bugis yang pernah membaca kisah akan ke cerdikannya menjuluki beliau ABU NAWASNYA orang bugis
Akhirnya malam pun tiba lamellong bergegas mengambil sebatang bambu tanpa membuka daunnya,ke esokan paginya di araknya sebatang bambu itu di tengah kampung...sontak masyarakat pun ke heranan akan apa yang di lakukan lamellong semua keluar rumah menyaksikan akan apa yang di lakukan lamellong
Di tengah aksinya tersebut (mengarak se batang bambu.red) se orang warga pun bertanya....o lamellong aga tu mbo murenreng? ( wahai lamellong apakah gerangan yang kau arak itu ) sontak lamellong pun mengumpulkan warga yang bertanya itu sampai 100 orang kemudian mereka di bawa menghadap ke raja bone
Lamellong : Ee puang engkana mangolo di idi tiwirekki taillaue 100 tau uta ( wahai tuanku hamba menghadap untuk menepati per mintaan tuanku 100 orang buta )
 Raja bone : tegai lamellong taunna? (yang manakah orang - orang itu lamellong ? )
Lamellong : ( seraya memanggil semua orang yang bertanya sebanayk seratus orang menghadap ke raja ) iya manenna taunna puang ( inilah semua nya tuanku )
Raja bone : ( sang raja pun memeriksa orang -orang itu dengan geramnya sang raja pun memarahi lamellong ) pare- are mettoko iko lamellong .... muasengakka tau uta na makkita maneng  ( sungguh kurang ajar di rimu lamellong kau bilang orang buta ternyata semuanya melihat
 Lamellong : (dengan tersenyum ) pakkoe puang...manessa awo u renreng ri tangassoe na pada makkutana maneng'i agatu murenreng lamellong? jadi waseng'i tau uta na manessa urenreng'e awo ( begini tuanku...jelas-jelas saya mengarak sebatang bambu di siang bolong mereka masi bertanya "apakah gerangan yang kau arak itulamellong" jadi saya menganggap mereka  buta yang mulia )
 Raja bone : (sambil menggelengkan kepala ) macca memekko iko lamellong (sungguh pintar dan cerdik dirimu lamellong)
Dikelolah berbagai sumber.
Editor: La Rumpa
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.