APBN Kemenhan Terbesar, Demi Menjaga Kedaulatan NKRI

Penulis Muhammad Baydawi Nurzaman
Bugiswarta.com, Opini -- Pertahanan negara merupakan upaya untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta keselamatan segenap bangsa dari ancaman militer dan ancaman bersenjata terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Selain itu, pertahanan negara merupakan upaya untuk mewujudkan salah satu tujuan nasional sebagaimana yang sudah tercantum di dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 pada alinea ke-4, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Indonesia yang terdiri lebih dari 17 ribu pulau adalah negara kepulauan terbesar dan memiliki wilayah yurisdiksi laut yang sangat luas. Secara geopolitik dan geostrategi, Indonesia terletak pada posisi yang strategis dan menentukan dalam tata pergaulan dunia dan kawasan.

Dengan potensi ancaman yang tidak ringan serta kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam, Indonesia memerlukan kemampuan pertahanan negara yang kuat untuk menjamin tetap berdiri tegaknya kedaulatan NKRI.

Melemahnya kemampuan pertahanan NKRI disebabkan karena tidak memadainya sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan, serta rendahnya kesejahteraan TNI dan minimnya jumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Selanjutnya, gerakan separatisme di Aceh dan Papua serta konflik horizontal di Poso dan Wamena telah menunjukkan bahwa kemampuan pertahanan NKRI tidak saja rentan terhadap ancaman dari luar tetapi juga belum mampu meredam gangguan dari dalam.

Atas dasar itulah, maka suatu hal yang wajar apabila Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendapatkan anggaran pengeluaran belanja negara (APBN) paling besar dari Kementerian lainnya. Karena semua penyaluran anggaran tersebut akan digunakan untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI. (***)
Share on Google Plus

About bugis warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment