NCID: Pilpres 2019 Pertarungan Prabowo vs Jokowi

Bugiswarta.com, Jakarta -- Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, nama calon presiden dari partai Gerindra Prabowo Subianto nampaknya sudah menjadi ancaman besar bagi Jokowi. Pasalnya, skema yang sama mulai diarahkana kepada Prabowo melalui penggiringan oponi jika Prabowo tidak mempunyai uang untuk maju capres ataupun menggoreng isu bahwa ada kandidat yang lebih pas menggantikannya.

“Ini merupakan stategi pengaburan informasi untuk menampikan pesaing kuat Jokowi, memunculkan nama-nama baru melalui brand lebih muda dan layak adalah upaya untuk menampikan kondisi sebenarnya jika saat ini hanya Prabowo yang masih menjadi pesaing kuat Jokowi”, tegas Jajat

Jajat menilai, sampai saat ini jika berpatokan kepada hasil kajian beberapa lembaga survei beberapa waktu lalu persaingan ketat capres hanya ada di Jokowi vs Prabowo, selain itu wacana poros ketiga yang digagas oleh Demokrat  sepertinya hingga saat ini sulit untuk di wujudkan. Ini membuktikan jika persaingan tokoh untuk menjadi capres 2019 masih di dominasi Prabowo vs Jokowi.

Sebaliknya yang masih menjadi teka-teki saat ini siapa yang akan mendampingi Prabowo maupun Jokowi, karena siapa pun orangnya harus mampu mengimbangi elektabiltas keduanya.

“Waktu pendaftaran Capres akan dimulai pada Agustus mendatang, mengingat adanya keterbatasan waktu dan minimnya tokoh yang menjadi icon dari partai untuk maju sebagai capres, saya kira sulit terelakan jika pilpres 2019 hanya akan menjadi medan persaingan ketat antara kubu Prabowo dan kubu Jokowi” tutup Jajat.
Share on Google Plus

About Usman Alkhair

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.