Makna Hari Nyepi Bagi Keluarga Perantau di Gowa

Laporan: Hajrah Aswad
Aktivis Pers Mahasiswa Universitas Sawerigading Makassar

Bugiswarta.com, Gowa -- Hari Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka, hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. 

Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka pada tahun baru ini yang jatuh pada hari Sabtu sampai hari Minggu.

Sebelum perayaan Hari Nyepi, diadakan beberapa rangkaian upacara bagi umat Hindu seperti tidak keluar rumah, tidak bekerja, tidak memutar musik, dan tidak menyalakan api. 

Saat ditemui media, Minggu (18/03/2018). Yunik Anggraeni Upadani menceritakan di kampungnya Bali terdapat dua suku yang berbeda yaitu suku Bali dan suku Jawa.

Namun mereka tetap hidup harmonis dan saling menghargai walaupun tempat beribadah mereka saling berdampingan. 

Mereka sangat bersyukur karena dapat hidup dengan damai dan tidak pernah ada perselisihan antar suku, tuturnya.

Sebagai keluarga yang merantau, hanya mengikuti hari nasional saja untuk merayakan hari Raya Nyepi yang dilakukan setahun sekali dengan bersilaturahmi.

Anak dari Dewa Saputra dan Nyoman Suryani berharap selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, ditambahkan rezekinya dan berubah lebih baik dari tahun sebelumnya.
(****)
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.