Cawagub : Akhmad Syaikhu Contoh Sukses Anak Pantura

Bugiswarta.com, Pantura, – Pada 23 Januari 1965, di desa Ciledugkulon, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Nafi’ah binti Thohir melahirkan seorang anak laki-laki. Karena suaminya yaitu KH Ma’soem bin Aboelkhair sangat kagum pada sosok ulama NU bernama Almaghfurlah KH Ahmad Syaikhu, sang anak diberi nama yang sama dengan nama Ketua DPRS era bung Karno dan pendiri Ponpes Al Hamidiyah Depok tersebut.

Ya, dia adalah Ahmad Syaikhu. Calon Wakil Gubernur Jabar yang akan berpasangan dengan Calon Gubernur Jabar Sudrajat. Pria yang lebih akrab disapa Syaikhu ini merupakan anak Pantura yang lahir dari sebuah kesederhanaan.

Syaikhu kecil menghabiskan masa sekolahnya di SDN Ciledug III. Namun karena sang ayah yang menjabat Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindanglaut Cirebon, dia melanjutkan sekolah ke SDN Lemahabang II hingga lulus. Selanjutnya dilanjutkan ke SMPN Sindanglaut Cirebon dan SMAN Sindanglaut Cirebon. Pendidikan agama diperolehnya di Pesantren Buntet.

Karena memiliki prestasi pendidikan yang baik, Syaikhu diterima di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) . Selepas itu, dia bekerja menjadi auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Selatan, kemudian dilanjutkan di BPKP Pusat pada Deputi Bidang Pengawasan Keuangan Daerah.

“Saya selalu kangen dengan masa kecil di Cirebon. Saya akan selalu memberikan energi postif dan semangat kepada adik-adik saya di Cirebon agar lebih mencintai ilmu, mencapai prestasi puncak, jangan pernah mencoba narkoba, menguatkan networking, dan jangan lupa minta doa orangtua,” kata Syaikhu mengawali obrolan, Selasa (6/3/2017).

Syaikhu mengaku sering mengunjungi rumah orang tua di Ciledug. Di rumah masa kecilnya itu masih tersimpan sejumlah kenangan. Tak banyak yang ditemukan pemandangan sawah di kiri-kanan, kebun jagung, tebu, dan pohon beton yang mulai banyak.

“Kata orang, tempat terindah dan ternyenyak bila ingin istirahat salah satunya adalah di rumah ibumu. Alhamdulillah saya bisa melepas lelah dan memang ASYIK,” ungkapnya.

Disinggung tentang pencalonannya, Syaikhu memastikan ikhtiarnya itu telah mendapat restu dari keluarga. Wakil Wali Kota Bekasi ini meyakini doa dan harapan orang tua menjadi kiat dan semangat untuk terus menuntut ilmu yang bermanfaat bagi sesama.

”Kita yang sekarang adalah kita yang di masa lalu dan kita hari esok adalah hasil dari kita yang sekarang. Siapa yang meniti jalannya, akan sampai pada tujuannya. Saat ini saya masih menjabat  sebagai Wakil Wali Kota Bekasi. Allhamdulillah saya maju sebagai Calon Wakil Gubernur mendampingi Pak Sudrajat di Pilgub Jawa Barat 2018,” jelasnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menilai, era reformasi merupakan momentum memperbaiki berbagai tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik. Kunci keberhasilan untuk mewujudkan itu semua adalah pengabdian, ketekunan, dan kebersamaan.

“Dalam berpolitik, saya berprinsip tidak ada permusuhan. Semua adalah teman dan sahabat. Bagi saya, perbedaan adalah pilihan,” kata Syaikhu.

Syaikhu mengawali karir sebagai auditor keuangan, kemudian pada Pemilu 2004, ia dicalonkan PKS sebagai anggota di DPRD Kota Bekasi. Otomatis dia harus mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil (PNS). Kemudian melejit menjadi Ketua Fraksi PKS DPRD Prov Jawa Barat. Terakhir, bersama Rahmat Effendi, Syaikhu memimpin Kota Bekasi untuk periode 2013-2018.

Kesukesan Syaikhu, baik di legislatif mapun eksekutif, membuat ayah enam anak itu dipercaya untuk menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jabar pada 2015.

Di sisi lain, Ahmad Syaikhu merupakan politisi yang tertarik pada bidang tarik suara. Bahkan dirinya telah mengeluarkan album religi. Album lagu religi dengan kover Jawa Barat Maju diisi suara asli sebanyak 10 lagu, di antaranya Asmaul Khusna, Sholawat, Jawa Barat Maju, dan Muhasabah Cinta. Ada juga lagu pepiling khas Sunda yang dijadikan khas Jawa Barat.

“Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat. Mohon doa restu untuk Jawa Barat,” pungkasnya. (*)
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.